JawaPos.com - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mendorong seluruh potensi awan hujan di Provinsi Riau pada hari ini (30/8) hingga 1 September 2026 dimaksimalkan untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau.
Ia menjelaskan, Riau masih memiliki peluang pembentukan awan hujan yang dapat dimanfaatkan untuk pelaksanaan OMC.
Berbeda dengan sejumlah wilayah lain seperti Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, yang disebut memiliki tantangan lebih besar dalam mendapatkan potensi awan hujan.
Baca Juga: Prabowo Kumpulkan Menhan-Panglima TNI di Hambalang, Bahas Rekrutmen Prajurit Dayak hingga Karhutla
“Kita bersyukur potensi awan hujan di Riau ini masih ada, di Kalteng di Kalbar sulit sekali, tapi kita ada potensi di tanggal 30, 31 dan tanggal 1 dan itu bisa akan meliputi seluruh Riau,” kata Raja Juli usai meninjau langsung penanganan Karhutla di Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau, dikutip Minggu (30/8).
Informasi mengenai peluang munculnya awan hujan tersebut disampaikan Kepala BMKG Pekanbaru Warjono dalam rapat koordinasi.
Menurut Raja Juli, dirinya telah berkomunikasi dengan Kepala BNPB dan BMKG agar peluang sekecil apa pun untuk menghasilkan hujan dapat dimanfaatkan dalam pelaksanaan OMC.
“Saya sudah sepakati dengan Kepala BNPB dan BMKG, sekecil apapun potensi awan hujan yang bisa kita maksimumkan, kita maksimumkan,” jelasnya.
Raja Juli menilai, curah hujan merupakan salah satu faktor paling penting dalam mengendalikan Karhutla. Oleh karena itu, keberadaan awan hujan di Riau harus dimanfaatkan untuk membantu proses pemadaman di lapangan.
Baca Juga: Korem 091/Aji Surya Natakesuma Gelar Salat Istisqa Mohon Hujan Turun untuk Atasi Karhutla
“Karena kita tahu yang paling efektif untuk memadamkan karhutla ini hujan, sementara water bombing maupun pasukan darat itu adalah pilihan kedua dan ketiga,” tegasnya.
Selain meminta optimalisasi OMC, Raja Juli juga menekankan pentingnya kesiapan fasilitas pendukung, termasuk operasional bandara.
Dia meminta bandara di Riau tetap dapat digunakan apabila pelaksanaan OMC harus dilakukan pada malam hari karena adanya potensi awan hujan.
“Artinya jangan sampai di beberapa tempat kemudian pesawat nggak bisa terbang, mohon dipastikan di Riau untuk kebutuhan OMC agar Airport kita tetap dibuka meskipun misalnya nanti sampai jam 21.00 bisa OMC,” jelasnya.
Raja Juli menegaskan bahwa setiap peluang terbentuknya awan hujan harus dimanfaatkan untuk mempercepat penanganan Karhutla di Riau. Ia meminta upaya tersebut dimaksimalkan pada 1 September.
Baca Juga: Tersangka Karhutla di Bareskrim Bertambah Jadi 89 Orang, Seluruhnya Perorangan
“Terutama tanggal 1 kita hajar habis-habisan,” pungkasnya.