JawaPos.com - Badan Gizi Nasional (BGN) bakal melatih kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan akuntan di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mendukung digitalisasi pelaporan.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan, langkah tersebut menjadi salah satu kesepakatan dalam pertemuannya dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Jumat (28/8).
“Termasuk juga kami sepakat untuk mentraining kepala SPPG dan juga akuntan di dapur-dapur itu supaya comply terhadap tadi itu digitalisasi antara sistem AKSIS dengan SIPGN (Sistem Informasi Pengelolaan Gizi Nasional),” kata Sudaryono.
Dia mengatakan, digitalisasi tersebut diharapkan mengatasi berbagai kendala dalam pelaporan yang selama ini masih dilakukan secara manual.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya BGN memperkuat tata kelola pengelolaan program MBG, khususnya dari sisi administrasi dan pertanggungjawaban di tingkat SPPG.
"Sehingga pelaporan itu yang tadinya mungkin sulit, manual, dan lain sebagainya itu kemudian by system itu kemudian pertanggungjawabannya jelas dan mekanisme caranya juga lebih mudah,” katanya.
Menurut Sudaryono, digitalisasi pelaporan menjadi penting mengingat anggaran yang dikelola untuk program MBG mencapai ratusan triliun rupiah.
Sudaryono mengatakan, dari total anggaran awal Rp 268 triliun untuk 2026, BGN melakukan afisiesie sehingga anggaran menjadi Rp 229 triliun.
Dari anggaran hasil efisiensi tersebut, sekitar Rp 117 triliun telah digunakan. Angka itu setara dengan sekitar 56 persen dari total anggaran Rp 229 triliun.
Baca Juga: Alokasikan Rp 240 Triliun di 2027, BGN Tegaskan Anggaran Operasional Hanya 3 Persen
“Jadi dari Rp268 triliun itu kemudian kami sisir itu kami efisiensikan menjadi Rp229 triliun. Dari 229 triliun itu terpakailah Rp117 triliun. Jadi ada efisiensi di situ,” pungkasnya. (*)