JawaPos.com - Trotoar dekat Jembatan Senayan dipadati ratusan pedagang saat Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) bersama aliansi masyarakat sipil lainnya menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Kamis (26/8).
Di antara riuh massa yang menyuarakan pengesahan RUU Perampasan Aset, Suryani, 44, penjual bakso kuah mercon dan sosis bakar, sibuk melayani pembeli yang terus berdatangan sejak pagi.
Pedagang asal Bandung, Jawa Barat ini telah tiba di lokasi aksi sejak pukul 05.00 WIB.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Leo dan Virgo 27 Agustus 2026: Mulai dari Cinta, Karir, Kesehatan dan Keuangan
Korting Khusus untuk Massa Aksi
Menyusul ramainya massa aksi yang berkumpul sejak pagi, ia memangkas harga jualannya khusus untuk para peserta aksi.
"Saya bawa 150 porsi. Seporsi normalnya Rp20 ribu, cuma karena ini ada yang untuk pendemo, jadi cuma Rp15 ribu aja saya korting," ujar Suryani di lokasi, Kamis (27/8)
Bagi Suryani, berjualan dari satu tempat demonstrasi ke tempat lain sudah menjadi rutinitas. Ia bahkan sempat berjualan 2 minggu saat demo besar AMPB di Pati, Jawa Tengah.
"Pas demo di Pati saya jualan disana dua minggu. Alhamdulillah laris," katanya.
Baca Juga: Banjir Bandang Nepal Tewaskan 160 Orang, 5 WN Jepang Juga Dilaporkan Hilang
Sebelum berjualan cireng di Alun-Alun Bandung, ia juga sempat menjajakan dagangannya pada berbagai event di Bekasi.
Kehadiran Suryani tidak sendiri. Puluhan pedagang lain juga memanfaatkan momen demonstrasi ini untuk menjajakan pelbagai barang dagangan, mulai dari makanan ringan seperti gorengan dan kopi, hingga aksesori kemerdekaan.
Dua Tuntutan Utama AMPB di DPR
Aksi unjuk rasa yang diperkirakan dihadiri ribuan massa ini mengusung dua tuntutan utama, yakni pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset dan penerapan hukuman mati bagi pelaku tindak pidana korupsi.
Koordinator AMPB, Supriyono yang akrab disapa Botok, menegaskan bahwa aksi ini murni bentuk dukungan terhadap pemerintahan mendatang agar berjalan lebih bersih dan bebas dari korupsi.
"Kita fokus pada dua tuntutan itu. Tidak ada lengserkan Prabowo-Gibran, tidak ada. Kita mendukung pemerintahan Prabowo agar lebih baik," tegas Botok saat memberikan keterangan.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Gemini 27 Agustus 2026: Mulai dari Cinta, Karir, Kesehatan dan Keuangan
Tepis Isu Tunggangan Politik
Botok juga secara tegas menepis anggapan bahwa aksi masyarakat dari daerah ini ditunggangi oleh kekuatan atau elite politik tertentu. Ia memastikan gerakan yang mereka bawa murni berasal dari aspirasi masyarakat bawah.
"Kita tidak kenal 'Geng Solo', kita enggak kenal geng penguasa. Ini adalah murni gerakan rakyat, rakyat biasa yang berasal dari kampung," lanjutnya.
Aksi yang berlangsung sejak pagi tersebut tetap mendapat pengawalan dari aparat keamanan sembari para pedagang terus memenuhi area luar gedung parlemen.