← Beranda
Ubi Bombing, Cara Baru Padamkan Karhutla ala Presiden Prabowo
Syahrul YunizarRabu, 26 Agustus 2026 | 05.05 WIB
Operasi water bombing untuk pemadaman karhutla di Kalimantan Tengah, Minggu (23/8). (BNPB)

 

JawaPos.com - Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) "memaksa" para peneliti mencari inovasi baru. Terbaru ubi bombing yang menjadi alternatif dari water bombing yang selama diterapkan pemerintah.

Ubi bombing merupakan cara pemadaman karhutla dengan memanfaatkan tepung ubi dan tepung singkong.

Kini Ubi bombing "dipatenkan" Presiden Prabowo Subianto sebagai perintahnya kepada jajaran untuk memadamkan api dalam kondisi darurat.

Dilansir Kaltim Post (Jawa Pos Group) pada Selasa (25/8), ubi bombing menjadi istilah baru yang muncul usai Presiden Prabowo memimpin Rapat Penanganan Karhutla di Sumatera Selatan (Sumsel) pada Senin (24/8).

Meski baru dibahas, presiden serius memberi arahan agar ubi bombing dilakukan.

Lantas bagaimana cara tepung dipakai memadamkan api karhutla? Tepung ubi dan tepung singkong dibentuk bola-bola kecil. Bisa juga disiapkan seperti formula pada Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Opsi itu menarik perhatian presiden karena bisa menjadi alternatif water bombing. 

Baca Juga: 350 Personel Gabungan Bergiliran Padamkan Karhutla di Nabire Papua Tengah

”Seperti alat pemadam kebakaran, ya yang kita bayangkan. Itu kan yang keluar kan zat kimia, bener nggak? Coba dicek ya. Coba dicek BRIN. Apakah bisa produksi atau kita sourcing,” kata Prabowo.

Presiden ingin petugas pemadam karhutla di lapangan dibekali alat dan peralatan yang memadai.

Untuk itu, dicarikan metode dan alat penunjang pemadaman karhutla yang lebih efektif. Tepung ubi dan tepung singkong dinilai memiliki kemampuan untuk membantu mencegah suatu permukaan atau objek terbakar.

Namun demikian, penerapannya dalam penanggulangan karhutla berskala besar masih memerlukan pengujian. Efektivitasnya perlu disesuaikan dengan luas wilayah yang terbakar, ukuran bahan, serta volume yang dapat digunakan dalam operasi pemadaman.

Dalam penggunaannya, tepung-tepung tersebut dapat diaplikasikan melalui alat semprot. Sementara bentuk lainnya berupa bola-bola kecil memungkinkan untuk dikembangkan untuk metode penggunaan yang berbeda.

Meski telah digunakan pada kebakaran skala kecil, kemampuan bahan tersebut untuk menangani karhutla dalam area luas masih harus dibuktikan melalui pengujian.

Baca Juga: Presiden Prabowo Bawa Terobosan Baru Atasi Karhutla dengan Tepung 'Ubi Bombing', ini Alasannya

Salah satu hal yang ingin diketahui pemerintah adalah efektivitasnya jika digunakan dari udara menggunakan helikopter atau pesawat water bombing.

Untuk itu, Prabowo meminta dilakukan uji coba demi mengetahui luas area yang mampu ditangani jika bahan tersebut dibawa menggunakan pesawat M17 yang selama ini digunakan dalam operasi water bombing.

”Kalau M17 itu 4 ton water bombing. Mungkin ubi serbuk, tepung ini kita uji coba efektif luasnya berapa. M17 cukup efektif?,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis menyampaikan bahwa inovasi bahan pemadam berbasis tepung singkong itu merupakan hasil temuan anggota Babinsa di Lubuklinggau.

Namun, inovasi tersebut masih memiliki keterbatasan karena kapasitas produksinya belum besar. Menurut Mayjen Ujang, pengembangan dalam skala lebih luas membutuhkan peningkatan kemampuan produksi sekaligus pengujian efektivitas bahan yang digunakan dalam pemadaman api.

"Memang kapasitas produksinya masih kecil bapak. Kalau memang ada ini kami akan coba secara besar sehingga nanti ini juga sudah disampaikan kepada BNPB," terang dia.

EDITOR: Ilham Safutra