← Beranda
Kawasan Transmigrasi Terdampak Karhutla Kalimantan, Mentrans Janji Kirim Bantuan
Dimas ChoirulSelasa, 25 Agustus 2026 | 00.25 WIB
Operasi water bombing untuk pemadaman karhutla di Kalimantan Tengah, Minggu (23/8). (BNPB)

JawaPos.com – Kawasan transmigrasi menjadi salah satu area yang paling terdampak oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemda untuk mitigasi dampak Karhutla di area transmigrasi di Kalimantan, termasuk pengiriman bantuan.

“Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja yang ada di sana untuk melakukan langkah-langkah dan memberikan bantuan yang terbaik yang bisa kita lakukan,” kata Iftitah, di Jakarta, Senin (24/8).

Berdasarkan data sementara Kementerian Kehutanan (Kemenhut) di lapangan, luas area yang terdampak karhutla Kalimantan tercatat mencapai 57.088 hektare.

Baca Juga: Hotspot Karhutla di Kalbar Turun jadi 28 Titik, Kini Bergeser ke Sumatera

Tersebar seluas 38.319 hektare di Kalimantan Barat, 8.019 hektare di Kalimantan Selatan, 7.635 hektare di Kalimantan Tengah, 2.715 hektare di Kalimantan Timur, dan 400 hektare di Kalimantan Utara.

Data tersebut masih terus diperbarui dan diverifikasi seiring perkembangan penanganan di lapangan.

Iftitah mengapresiasi pihak-pihak yang terllibat dalam upaya pemadaman karhutla di Kalimantan. 

“Sementara dalam tahap penanganan ini yang dikedepankan memang dari unsur BNPB, kemudian Basarnas, kemudian dari unsur Kementerian Kehutanan juga,” ujarnya.

Ia menilai kondisi kebakaran hutan dan lahan saat ini tidak terlepas dari faktor kekeringan, terutama di wilayah yang memiliki lahan gambut cukup luas.

Baca Juga: Karhutla Kalimantan Kian Masif, BMKG Ungkap Alasan Asap Tembus Negara Tetangga

“Akibat kekeringan ini ada beberapa lahan yang memang gambutnya sangat besar itu membuat titik-titik api, yang bukan disengaja oleh manusia tapi juga memang faktor alamnya mengakibatkan demikian,” kata Iftitah.

Disinggung mengenai kemungkinan melibatkan Tim Ekspedisi Patriot (TEP), Iftitah mengatakan peran tim tersebut masih terbatas, karena jumlah personel yang tersedia di Kalimantan Barat tidak banyak.

“Jumlah TEP yang ada di Kalimantan Barat itu terbatas. Jadi satu tim itu sekitar enam orang, satu kawasan sekitar enam orang. Kami dalam konteks pelibatannya itu juga terbatas,” ujar Iftitah.

Menurutnya, para personel TEP saat ini lebih banyak berada di kawasan Indonesia Timur.

Selain keterbatasan personel, penanganan kebakaran hutan juga membutuhkan peralatan yang memadai.

Baca Juga: BMKG: Asap Karhutla Kalimantan Terbawa Angin sampai Negara Tetangga

Iftitah menegaskan Kementrans tetap mendukung upaya pemerintah dalam menangani karhutla di wilayah terdampak.

“Tapi sekali lagi kami juga men-support rekan-rekan dan kolega kami di pemerintahan yang bekerja untuk menangani hal itu,” pungkasnya.

 

EDITOR: Bayu Putra