← Beranda
Terjun ke Laut Saat Gempa, GM Pelindo Maumere Selamatkan Penumpang
Mohamad Nur AsikinMinggu, 23 Agustus 2026 | 00.21 WIB
General Manager Pelindo Maumere Angga Adi Prebawa menyelamatkan penumpang di tengah situasi darurat saat gempa terjadi di NTT. (Istimewa)

JawaPos.com – Di tengah kepanikan akibat gempa bumi berkekuatan 7,7 SR yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), aksi spontan General Manager Pelindo Maumere Angga Adi Prebawa, menjadi kisah keberanian dan kepedulian dalam menyelamatkan penumpang di tengah situasi darurat.

Peristiwa tersebut terjadi di area Pelabuhan Maumere saat Angga sedang melakukan silent inspection. Guncangan gempa yang terjadi secara tiba-tiba membuat suasana terminal berubah dalam hitungan detik. Sejumlah puing berjatuhan, sementara tangga kapal yang digunakan calon penumpang untuk naik ke kapal ikut terdampak hingga terlepas dan jatuh ke laut.

Beberapa penumpang yang berada di atas tangga tersebut pun ikut tercebur ke laut. Melihat kondisi tersebut, Angga tidak berpikir panjang. Bersama personel TNI AL yang berada di lokasi, ia langsung turun ke laut untuk membantu proses evakuasi para penumpang.

Di tengah kepanikan dan risiko yang mengancam keselamatan, Angga berenang menuju penumpang yang membutuhkan pertolongan.

“Saat melihat ada penumpang yang jatuh ke laut, yang terpikir saat itu hanya bagaimana mereka bisa segera diselamatkan. Tidak ada waktu untuk berpikir panjang,”kata Angga.

Baca Juga: Isi Liburan dengan Edukasi, Pelindo Terminal Petikemas Kenalkan Dunia Pelabuhan Lewat Port Playground Experience

Aksi penyelamatan itu dilakukan secara spontan bersama personel TNI AL. Kolaborasi tersebut menjadi gambaran nyata pentingnya kesiapsiagaan dan kerja sama dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan pelabuhan.

Bagi Angga, apa yang dilakukannya bukanlah sebuah aksi heroik. Menurutnya, keselamatan penumpang dan pengguna jasa merupakan tanggung jawab yang harus ditempatkan di atas kepentingan lainnya.

“Saya kira ini bukan soal heroik. Kami semua yang berada di pelabuhan punya tanggung jawab untuk memastikan keselamatan penumpang. Ketika ada yang membutuhkan pertolongan, ya kami harus membantu semaksimal mungkin,” kata Angga.

Peristiwa tersebut sekaligus menegaskan bahwa prinsip safety first bukan sekadar slogan dalam pelayanan kepelabuhanan. Keselamatan harus diwujudkan melalui kesiapan, keberanian mengambil keputusan, serta tindakan nyata ketika keadaan darurat terjadi.

Bagi Pelindo, keselamatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan kepada masyarakat. Setiap insan Pelindo dituntut memiliki kepekaan terhadap kondisi di lapangan, mampu mengambil keputusan dengan cepat, serta selalu siap menghadapi berbagai situasi, termasuk bencana alam.

 

EDITOR: Mohamad Nur Asikin