JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto tiba di Kalimantan Barat pada Sabtu (22/8) untuk mengecek penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Megitu mendarat, kepala negara langsung mendapat laporan jumlah total hotspot karhutla yang sudah menembus 3.704 titik.
”Saya datang untuk melihat keadaan setempat yang nyata, dan sekarang saya minta siapa yang bisa kasih saya presentasi tentang situasi (karhutla),” pinta Prabowo sebagaimana disiarkan pada kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Dalam kesempatan itu, Tenaga Ahli Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Brigjen TNI (Purn) Asrianus Bulo langsung menyampaikan laporan kepada presiden.
Baca Juga: Karhutla Kalimantan Ganggu Penerbangan, Ratusan Penumpang Dapat Refund dan Reschedule Gratis
Dia menyebut, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto tidak hadir di Kalimantan karena masih berada di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk penanganan pascagempa.
Berdasar laporan terbaru hari ini, selama 24 jam terakhir terdeteksi 3.704 titik hotspot karhutla.
Terdiri atas 198 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi, 3.100 hotspot dengan tingkat kepercayaan menengah, dan 406 hotspot dengan tingkat kepercayaan rendah.
”Terdeteksi ada 198 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi, ini artinya dengan tingkat kepercayaan tinggi ada titik api dan asap yang terjadi di wilayah Kalimantan Barat,” terang dia.
Sementara hotspot dengan tingkat kepercayaan menengah berarti sudah muncul kepulan asap.
Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Makin Tebal, 3.524 Sekolah di Kalimantan Terapkan PJJ
Sedangkan hotspot dengan tingkat kepercayaan rendah berarti satelit mendeteksi titik panas.
Di antara 3.100 hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang, sebagian besar berada beberapa wilayah.
”Kami laporkan bahwa titik hotspot ini didominasi di wilayah Kabupaten Ketapang, kemudian Kubu Raya, dan Kabupaten Kayam Utara di wilayah sektor selatan,” jelas Asrianus.
Selain itu, hotspot terpantau di Kabupaten Sanggau, Sintang, dan Sambas yang berada di wilayah timur.
Menurut dia, saat ini BNPB dan instansi terkait lainnya sudah menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Baca Juga: Karhutla Kepung Kalsel, Operasi Darat dan Udara Terus Dilakukan
BNPB mengandalkan potensi hujan dengan intensitas ringan pada 21-27 Agustus di wilayah timur Kalimantan Barat.
”Kami sudah melaksanakan operasi modifikasi cuaca pada tgl 11-18 Agustus lalu kemudian istirahat karena tidak ada potensi awan. Kemudian kami sudah rapat dengan BMKG bahwa potensi awan (kembali) akan terjadi,” bebernya.
Penanggulangan karhutla di Kalimantan menjadi atensi pemerintah bukan hanya karena jumlah hotspot sangat banyak.
Asap yang muncul akibat karhutla juga sudah mengganggu aktivitas masyarakat, Bahkan kabut asap sudah melintas ke negara tetangga.
Baca Juga: Kerahkan Personel Padamkan Karhutla di Jambi