JawaPos.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) buka peluang menunda atau bahkan membatalkan penerbangan pesawat di Kalimantan, jika asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu penerbangan.
Dirjen Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengatakan, pihaknya terus memantau dampak dari karhutla di Kalimantan dan dampaknya terhadap operasional penerbangan di sejumlah bandara.
Ia menjelaskan, jarak pandang menjadi salah satu faktor penting dalam keselamatan penerbangan.
Apabila jarak pandang berada di bawah batas operasional yang dipersyaratkan, penerbangan dapat ditunda, dialihkan, bahkan dibatalkan.
Baca Juga: Pemerintah Kerahkan 12.880 Personel untuk Tangani Karhutla di Kalimantan
“Keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama. Operator wajib melakukan penyesuaian apabila kondisi jarak pandang tidak memenuhi persyaratan. Kami terus memantau kondisi dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Lukman dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (21/8).
Sejumlah Penerbangan dari dan ke Kalimantan Terdampak Karhutla
Lukman mengatakan, asap tebal sudah berdampak pada operasional Bandara Singkawang (SKJ) dan menyebabkan pembatalan sejumlah penerbangan.
Pada 16 Agustus lalu, dengan jarak pandang sekitar 3.000 meter, penerbangan TransNusa terdampak dengan jumlah 174 penumpang rute Bandara Soekarno Hatta (CGK) – Bandara Singkawang (SKJ) dan 153 penumpang SKJ-CGK.
Di hari yang sama, Super Air Jet terdampak dengan 180 penumpang rute CGK-SKJ dan 87 penumpang SKJ-CGK.
Pada 18 Agustus, jarak pandang sekitar 2.000 meter, TransNusa terdampak masing-masing 174 penumpang pada rute CGK-SKJ dan SKJ-CGK, sedangkan Super Air Jet masing-masing 180 dan 179 penumpang.
Baca Juga: Kabut Asap Tebal Karhutla Ganggu Aktivitas Warga, Ini Sebaran Hotspot di Kalimantan
Pada 19 Agustus, jarak pandang sekitar 2.500 meter, TransNusa terdampak masing-masing 164 dan 165 penumpang pada rute CGK-SKJ dan SKJ-CGK, sementara Super Air Jet masing-masing 180 penumpang pada kedua rute tersebut.
Penumpang terdampak memperoleh kompensasi berupa full refund dan perubahan tanggal penerbangan secara gratis hingga tujuh hari ke depan, sesuai kebijakan maskapai.
Sedangkan di Kalimantan Timur, tujuh bandara juga dipantau. Yakni Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, A.P.T. Pranoto, Kalimarau, Nusantara, Datah Dawai, Maratua, dan Melalan.
Bandara Nusantara, Datah Dawai, Maratua, dan Melalan dimastikan masih beroperasi normal, sementara bandara lainnya terus dipantau.
Di Kalimantan Tengah, pemantauan dilakukan di Bandara Tjilik Riwut, Iskandar, H. Asan, H.M. Sidik, Tumbang Samba, Kuala Kurun, Kuala Pembuang, Sanggu, dan Bandara Khusus Puruk Cahu.
Baca Juga: Karhutla Kepung Kalimantan, Ribuan Titik Api Sebabkan Kabut Asap
Sampai saat ini, Bandara Tumbang Samba dan Bandara Khusus Puruk Cahu beroperasi normal.
Dampak asap di Bandara Iskandar-Pangkalan Bun (PKN) menyebabkan keterlambatan penerbangan NAM Air.
Yaitu di rute CGK-PKN dari 07.00 menjadi 08.50 WIB, PKN-SRG dari 07.30 menjadi 09.38 WIB, SRG-PKN dari 10.15 menjadi 12.05 WIB, dan PKN-SUB dari 10.45 menjadi 12.34 WIB.
Di Kalimantan Utara, pemantauan dilakukan di Bandara Juwata, Tanjung Harapan, Yuvai Semaring, Kolonel Robert Atty Bessing, Long Apung, dan Nunukan.
Bandara Tanjung Harapan dan Nunukan beroperasi normal, sedangkan bandara lainnya terus dipantau.
Baca Juga: Karhutla Kalbar pada Januari-Agustus Mencapai 38.310 Hektare, Setara 50 Ribu Lapangan Sepak Bola
Jadwal Penerbangan Bisa Berubah Sewaktu-Waktu
Lukman menginstruksikan seluruh penyelenggara bandara dan operator penerbangan untuk meningkatkan kewaspadaan, serta memantau cuaca dan jarak pandang secara berkala.
Penyesuaian penerbangan dilakukan berdasarkan kondisi aktual dan pertimbangan keselamatan, sehingga jadwal dapat berubah sewaktu-waktu.
“Kami mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan dari dan ke wilayah terdampak asap untuk memperhatikan informasi terbaru dari maskapai dan bandar udara, serta mengikuti arahan petugas apabila terjadi penyesuaian penerbangan,” imbuh Lukman.
Dia memastikan pihaknya bersama penyelenggara bandara, maskapai, AirNav Indonesia, BMKG, dan instansi terkait terus berkoordinasi memantau perkembangan karhutla di seluruh wilayah Indonesia dan dampaknya terhadap penerbangan.
Baca Juga: BNPB Sebar Puluhan Helikopter untuk Atasi Karhutla Sumatera-Kalimantan