JawaPos.com - Pemerintah mengerahkan sedikitnya 12.880 personel untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Belasan ribu personel itu disebar ke 3 provinsi prioritas di Kalimantan.
Rinciannya sebanyak 1.410 personel bertugas di Kalimantan Barat (Kalbar), 10.700 personel di Kalimantan Tengah (Kalteng), dan 770 personel di Kalimantan Selatan (Kalsel).
Ribuan personel tersebut berasal dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BMKG, pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, pelaku usaha, relawan, dan masyarakat.
”Operasi terpadu pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, dengan penanganan yang disesuaikan berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan,” ungkap Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut Ristianto Pribadi pada Jumat (21/8).
Baca Juga: Kabut Asap Tebal Karhutla Ganggu Aktivitas Warga, Ini Sebaran Hotspot di Kalimantan
Selain memadamkan api, personel gabungan itu juga memantau titik panas atau hotspot dan merespons laporan masyarakat.
Tidak hanya itu, mereka juga melakukan patroli terpadu, pemeriksaan lapangan, dan mengupayakan pemadaman darat.
”Upaya juga mencakup pembasahan dan pendinginan area, penyekatan lokasi terbakar, serta penjagaan di wilayah rawan untuk mencegah api kembali muncul,” imbuhnya.
Dalam penanganan karhutla di Kalimantan, koordinasi antarpihak dilakukan melalui posko terpadu.
Posko tersebut menjadi pusat untuk menentukan lokasi yang perlu mendapat penanganan prioritas, sekaligus mengarahkan personel dan peralatan berdasarkan perkembangan situasi di lokasi karhutla.
Baca Juga: Karhutla Kepung Kalimantan, Ribuan Titik Api Sebabkan Kabut Asap
Ristianto menyatakan bahwa penanganan karhutla turut didukung berbagai sarana operasional seperti kendaraan, pompa dan pompa jinjing, selang pemadaman, flexible tank, alat komunikasi, serta alat pelindung diri.
Khusus untuk dukungan udara, dikerahkan helikopter patroli, pesawat patroli fixed wing, dan helikopter water bombing.
Di samping memperkuat personel, pemerintah juga meningkatkan kemampuan satuan tugas (satgas) di lapangan dengan menambah sarana dan prasarana pemadaman.
Aktifkan Sumur Bor untuk Pemadaman Darat
Salah satunya adalah pembangunan dan pengaktifan sumur bor di sejumlah wilayah prioritas.
”Sumur bor diperlukan untuk memperpendek jarak pengambilan air, mempercepat pengisian peralatan pemadaman, serta menjaga kesinambungan pembasahan dan pendinginan,” jelasnya.
Baca Juga: Karhutla Kepung Kalimantan, BNPB Perkuat Penanggulangan dengan Satgas Udara
Ketersediaan air menjadi perhatian khusus dalam penanganan karhutla di lahan gambut.
Kondisi gambut memungkinkan bara api bertahan di bawah permukaan sehingga api dapat kembali muncul apabila proses pembasahan tidak dilakukan secara menyeluruh.
Untuk itu, pemerintah melakukan pemadaman sekaligus pendinginan sebagai bagian penting dari operasi penanggulangan karhutla di Kalimantan.
Dengan koordinasi lintas sektor, penguatan personel, dukungan peralatan, dan ketersediaan sumber air, penanganan karhutla dilakukan secepat mungkin.
Baca Juga: Hotspot Karhutla di Kalimantan Mencapai 1.487 Titik, Kalteng Paling Tinggi