JawaPos.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di seantero Kalimantan mengakibatkan kabut asap tebal. Kondisi itu mengganggu aktivitas warga.
Berdasar data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terdeteksi ribuan titik hotspot karhutla di Kalimantan.
Dilansir dari Pontianak Post (Jawa Pos Group), kabut asap akibat karhutla salah satunya dikeluhkan oleh warga di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar).
Asap tebal itu dikeluhkan karena membuat mata terasa perih dan membatasi jarak pandang warga di jalan raya.
Baca Juga: Karhutla Kepung Kalimantan, Ribuan Titik Api Sebabkan Kabut Asap
”Perih mata, asap karhutla semakin kuat,” ucap Risma, salah seorang warga Sambas.
Lantaran api tidak kunjung pada, Risman berharap hujan segera turun agar asap bisa segera hilang.
Menurut dia, hanya hujan yang bisa memadamkan karhutla dan menyingkirkan asap tebal di daerah tempat tinggalnya.
Sayangnya hujan tidak kunjung turun sehingga asap terus bertahan. ”Belum ada hujan yang lebat,” keluh Risman.
Merujuk data BNPB yang diambil dari Satelit NOAA-20 pada Kamis (20/8), sebaran hotspot karhutla di Kalimantan sebanyak 1.487 hotspot.
Baca Juga: Karhutla Kepung Kalimantan, BNPB Perkuat Penanggulangan dengan Satgas Udara
Ribuan titik hotspot tersebut tersebar dengan konsentrasi tertinggi berada di Kalimantan Tengah (Kalteng) sebanyak 767 titik, kemudian Kalimantan Barat (Kalbar) 560 titik.
”Sementara itu, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing terpantau 74 titik, sedangkan Kalimantan Utara sebanyak 3 titik,” ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan.
Sebagai langkah antisipasi meluasnya karhutla di Kalimantan, pemerintah terus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan lintas sektor.
BNPB bersama pemerintah daerah melakukan pemantauan perkembangan titik panas, pemetaan wilayah rawan, serta koordinasi untuk menentukan langkah penanganan berdasarkan kondisi di lapangan.
Tidak hanya itu, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama musim kemarau, khususnya karhutla.
Baca Juga: Update Karhutla Gunung Arjuno-Welirang: Sumber Api Tinggal 1 Titik di Lapangan Kotak
Pemerintah daerah didorong terus memperkuat kesiapsiagaan, pemantauan, serta deteksi dini terhadap potensi karhutla dan memastikan ketersediaan sarana prasarana pemadaman.
”Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran di wilayah yang rawan terbakar. Apabila masyarakat mengetahui atau melihat kejadian kebakaran, segera lapor kepada otoritas daerah setempat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif,” jelasnya.