← Beranda
Kemenkes Bangun RS Lapangan di Ruteng NTT, Ada Ruang Operasi Darurat untuk Korban Gempa
Tazkia Royyan HikmatiarKamis, 20 Agustus 2026 | 18.39 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan paparan saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi

JawaPos.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan rumah sakit lapangan di Stadion Golo Dukal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Fasilitas sementara ini dilengkapi ruang operasi darurat untuk menangani pasien yang membutuhkan tindakan pembedahan.

Hal itu dilakukan untuk memastikan korban gempa tetap mendapat layanan medis meski fasilitas kesehatan setempat terdampak bencana.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan fasilitas itu mulai beroperasi setelah seluruh perlengkapan siap.

Baca Juga: Perkuat Ekosistem Emas Nasional, 11 Industri Resmi Meluncurkan Asosiasi IBMA

“Di sini sudah kita pasang lima tenda. Empat untuk pasien, masing-masing bisa menampung 20 pasien, kemudian satu khusus untuk ruang operasi karena ruangnya steril dan bisa dibuat terisolasi. Kita harapkan besok sudah mulai beroperasi,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (20/8).

Saat ini, rumah sakit lapangan memiliki tiga tenda rawat inap dengan kapasitas sekitar 60 tempat tidur, satu tenda IGD, serta tenda khusus ruang operasi. Kemenkes akan menambah tenda rawat inap dari Bali sehingga kapasitasnya ditingkatkan menjadi sedikitnya 100 tempat tidur.

Ruang operasi menjadi salah satu fasilitas penting karena dapat digunakan untuk menangani korban dengan trauma serius, termasuk pasien yang mengalami patah tulang akibat tertimpa bangunan. Ruangan tersebut dirancang steril dan dapat diisolasi untuk menjaga keselamatan pasien serta mencegah infeksi selama operasi.

“Ini ruang operasi. Nanti disterilisasi. Ruang ini steril dan bisa diisolasi. Fasilitas seperti ini pernah digunakan saat bencana di Sumedang dan juga bencana di Aceh,” kata Budi.

Tenda rumah sakit menggunakan fasilitas standar tanggap bencana yang dilengkapi lantai khusus untuk memudahkan pergerakan pasien dan peralatan medis. Desain tersebut juga membantu menjaga kebersihan serta mengurangi risiko air masuk ke area pelayanan saat hujan.

Selain di Ruteng, Kemenkes berencana membangun fasilitas serupa di Kabupaten Nagekeo. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan di wilayah yang fasilitas rujukannya turut terdampak gempa.

“Kita akan replikasi rumah sakit lapangan ini selain di Ruteng juga di Nagekeo,” ujar Budi.

Kemenkes juga memobilisasi tenaga kesehatan, termasuk dokter spesialis, serta menyiapkan logistik medis untuk mendukung penanganan korban. Rumah sakit lapangan diharapkan menjadi fasilitas sementara hingga pelayanan kesehatan di fasilitas utama dapat kembali berjalan normal.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah