JawaPos.com - Pemerintah memastikan akan memprioritaskan proses evakuasi korban, pembukaan akses wilayah, dan pemulihan infrastruktur dasar pascabencana alam yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, mengatakan Kemenko Infra terus melakukan komunikasi dan berkoordinasi dengan Menteri Pekerjaan Umum yang telah terbang ke daerah bencana.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan alat-alat berat segera dikerahkan ke lokasi terdampak.
“Pertama tentu membantu proses evakuasi, kita sungguh berduka kehilangan, tapi evakuasi itu harus nomor satu,” ujar pria yang akrab disapa AHY dalam konferensi pers, Jakarta, Rabu (19/8).
Setelah proses evakuasi, pemerintah akan memastikan tidak ada daerah terdampak yang terisolasi akibat putusnya akses jalan. AHY menekankan petugas harus segera membersihkan dan menangani jalur yang tertutup, termasuk akibat longsor besar.
AHY juga menekankan pemulihan infrastruktur dasar, seperti layanan air dan listrik. Pemerintah perlu memastikan kebutuhan mendasar masyarakat kembali tersedia agar penyaluran bantuan logistik dapat berjalan lebih lancar.
“Selebihnya kalau itu sebuah sudah tergelar maka bantuan logistik, makanan, obat-obatan bisa lebih lancer,” ujarnya.
Ia mengatakan, pemerintah mengambil pelajaran dari sejumlah bencana sebelumnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurut dia, putusnya akses jalan yang menyebabkan wilayah terisolasi dapat menghambat petugas menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak.
“Karena belajar dari pengalaman di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat bencana yang lalu, ketika terjadi daerah yang terisolir akibat jalan yang terputus, maka akan sulit sekali bagi petugas untuk memberikan bantuan logistik, sekali lagi makanan maupun obat-obatan. Dan ini yang kita harus dahulukan,” ungkapnya.