← Beranda
Kapolri Tinjau Gempa NTT, Polri Salurkan 247 Ton Bantuan
Dhimas GinanjarSelasa, 18 Agustus 2026 | 21.50 WIB
Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat bertemu dengan warga terdampak gempa NTT. (Mabes Polri)

JawaPos.com – Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo meninjau sejumlah lokasi terdampak gempa bumi dan pengungsian di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Kapolri didampingi Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto dan sejumlah pejabat terkait. Kapolri juga menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana.

Sigit mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan bencana berjalan sesuai arahan Presiden. Penanganan meliputi pencarian dan pertolongan atau SAR, evakuasi korban, tanggap darurat, pelayanan kesehatan, hingga distribusi bantuan logistik dan kebutuhan dasar.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, kami mendapatkan tugas untuk membantu seluruh proses penanganan bencana, mulai dari pencarian dan pertolongan atau SAR, evakuasi korban, penanganan tanggap darurat, pelayanan kesehatan, hingga penyaluran bantuan logistik dan kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Sigit.

Kapolri juga menyampaikan duka cita kepada para korban dan mengajak masyarakat mendoakan mereka yang meninggal dunia serta warga yang masih menjalani perawatan maupun berada di pengungsian.

“Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas bencana gempa bumi yang terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Mari kita bersama-sama mendoakan semoga para korban yang meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, korban luka segera diberikan kesembuhan, serta seluruh masyarakat terdampak diberikan kekuatan dan ketabahan,” kata Sigit.

Berdasarkan data sementara, gempa tersebut telah menyebabkan 1.245 orang menjadi korban. Rinciannya, 67 orang meninggal dunia, 509 orang mengalami luka berat, dan 669 orang luka ringan.

Sementara itu, sekitar 27.700 warga masih mengungsi di 107 titik yang tersebar di tujuh kabupaten.

Sigit mengatakan sebagian besar lokasi pengungsian kini sudah dapat dijangkau. Polri bersama seluruh unsur terkait terus mendatangi titik-titik pengungsian untuk melihat kondisi warga sekaligus memastikan kebutuhan mereka terpenuhi.

Untuk mempercepat penanganan, Polri telah membentuk delapan Posko Tanggap Bencana. Satu posko berada di Labuan Bajo dan tujuh lainnya ditempatkan di Polres yang berada di wilayah terdampak.

Posko tersebut menjadi pusat pelayanan dan koordinasi penanganan masyarakat sekaligus digunakan untuk menginventarisasi kebutuhan yang berkembang di lapangan.

Polri juga mengirimkan 236 personel bantuan Bawah Kendali Operasi (BKO) ke Polda NTT. Personel tersebut diperkuat kemampuan SAR dan evakuasi, pelayanan kesehatan, pencarian menggunakan K9, trauma healing, pengamanan, hingga pendistribusian bantuan.

Dari sisi logistik, Polri telah menyalurkan 247,66 ton bantuan kemanusiaan yang berasal dari Mabes Polri dan Polda jajaran. Bantuan tersebut terdiri atas bahan makanan, kebutuhan sandang, perlengkapan pengungsian, obat-obatan, serta kebutuhan dasar lainnya.

Khusus dalam kunjungan tersebut, Polri menyalurkan 3.500 paket bantuan sosial, 500 mainan anak-anak, 39 kasur, 10 tandon air, dan 36 boks obat-obatan kepada masyarakat di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur. Bantuan tersebut diangkut menggunakan enam truk.

Kapolri memastikan distribusi bantuan akan terus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan kebutuhan seperti tenda, obat-obatan, makanan, pakaian, tempat tidur, genset, MCK, dan kebutuhan lainnya dapat dipenuhi secara bertahap.

“Kami akan terus bergerak dan melakukan evaluasi setiap hari untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak, mulai dari tenda, obat-obatan, makanan, pakaian, tempat tidur, genset, MCK, hingga kebutuhan lainnya dapat segera dipenuhi secara bertahap,” tutur Sigit.

Penanganan kesehatan juga menjadi perhatian. Warga yang membutuhkan pengobatan maupun penanganan medis lanjutan akan dibantu dan, jika diperlukan, dirujuk ke rumah sakit terdekat. Polri juga akan memfasilitasi proses evakuasi dan transportasi.

Perhatian khusus diberikan kepada masyarakat dengan kebutuhan tertentu, termasuk ibu hamil yang mendekati proses persalinan.

“Terhadap masyarakat yang membutuhkan pengobatan maupun penanganan medis lanjutan, tentunya akan segera kita bantu dan apabila diperlukan akan dirujuk ke rumah sakit terdekat. Kami akan memfasilitasi proses evakuasi maupun transportasinya,” tegas Kapolri.

Untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat, Polri menyiagakan dukungan sarana operasional berupa satu kapal, tiga pesawat, dan tiga helikopter.

Armada tersebut terdiri atas Kapal KP Bima 7014 kelas A3, dua helikopter AW 169, satu helikopter Bell-429, serta masing-masing satu pesawat CN, Casa, dan Beechjet. Sarana tersebut digunakan untuk mendukung evakuasi, pengiriman bantuan dan logistik, serta pemantauan wilayah terdampak.

Sigit mengakui masih terdapat sejumlah wilayah yang belum dapat dijangkau secara cepat akibat kendala akses dan jalur distribusi. Namun, Polri bersama unsur terkait terus menyiapkan alternatif agar bantuan dapat segera diterima masyarakat.

“Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat bantuan yang belum dapat menjangkau beberapa wilayah dengan cepat karena kendala akses dan jalur distribusi. Namun, berbagai alternatif terus kami siapkan agar bantuan dapat segera sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.

Kapolri menegaskan Polri akan terus berkoordinasi dengan BNPB, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh unsur terkait untuk mempercepat penanganan sekaligus pemulihan wilayah terdampak.

“Polri akan terus berkomitmen untuk membersamai masyarakat dalam menghadapi masa-masa sulit ini, serta bersinergi dengan TNI, BNPB, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder terkait guna mempercepat penanganan bencana, pemulihan wilayah terdampak, serta menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat,” pungkas Sigit.

Ia berharap kondisi segera membaik sehingga seluruh proses penanganan berjalan lancar dan masyarakat terdampak dapat kembali beraktivitas seperti sediakala.

EDITOR: Dhimas Ginanjar