← Beranda
Unair Kirim Tim Aju Garda Ksatria Airlangga ke NTT, Tangani Korban Gempa
Ardini PramithaSenin, 17 Agustus 2026 | 23.35 WIB
Universitas Negeri Airlangga (Unair) melepas tim aju tanggap darurat dari Garda Ksatria Airlangga untuk aksi kemanusiaan bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (17/8). (Humas Unair)

JawaPos.com - Universitas Negeri Airlangga (Unair) mengirim tim aju tanggap darurat dari Garda Ksatria Airlangga untuk aksi kemanusiaan ke Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (17/8).

Kehadiran tim tersebut terkait dengan gempa bumi yang melanda wilayah Flores pada Sabtu (15/8) lalu.

Mereka nantinya bertugas mengidentifikasi kondisi lapangan, memetakan kebutuhan medis, serta membantu penanganan korban pada fase akut pascagempa. 

Rektor Unair Prof Muhammad Madyan menyampaikan, Unair memiliki tanggung jawab untuk turut hadir memberikan manfaat bagi masyarakat dalam situasi kebencanaan, termasuk di NTT. 

Baca Juga: Polda Jatim Siapkan Dapur Lapangan hingga Tim Trauma Healing ke NTT

“Kami sebagai institusi pendidikan tinggi juga turut berbelasungkawa atas bencana yang melanda NTT. Penerjunan ini menjadi wujud kontribusi dan respons UNAIR. Kami berharap tim bisa memberi manfaat bagi penanganan pasca bencana di lokasi,” kata Prof Madyan saat melepas tim di Balai RUA, Lantai 4 Kantor Manajemen, Kampus C Unair. 

Prof Madyan meminta seluruh anggota tim menjalankan tugas dengan baik serta menjaga nama Unair selama memberikan pelayanan kemanusiaan di NTT. 

"Saya mengapresiasi tim yang siap berangkat ke lokasi bencana. Selalu jaga nama baik Unair di manapun. Selamat bertugas,” tuturnya.

Koordinator Bantuan Medis Garda Ksatria Airlangga sekaligus Koordinator Program Studi Orthopedi dan Traumatologi FK Unair dr Teddy Wardhana Sp OT menjelaskan bahwa tim yang bertugas berisi tiga orang PPDS. 

Rincianya, satu dokter senior spesialis anestesi dan orthopedi, seorang PPDS yang merupakan putra daerah setempat, serta dukungan dari perawat anestesi dan orthopedi. 

Baca Juga: Bantu Korban Gempa NTT, Pemprov Jatim Kirim 7 Personel BPBD ke Lokasi Bencana

"Komposisi tersebut tim siapkan untuk melakukan asesmen sekaligus memberikan dukungan medis pada fase akut bencana," kata dr Teddy. 

dr Teddy menjelaskan, tim aju akan mengakses kebutuhan riil di lapangan sekaligus berkoordinasi dengan BPBD dan tim kesehatan setempat. 

Rencana awal, tim akan menuju rumah sakit umum yang saat ini membutuhkan perhatian.

Tim juga membawa perlengkapan operasi, anestesi, dan berbagai kebutuhan pendukung sehingga dapat bekerja secara mandiri selama berada di lokasi.

“Prioritas kami adalah korban-korban yang membutuhkan penanganan segera. Jumlah dokter bedah dan anestesi di sana tidak banyak, sehingga kami berharap bisa membantu fase akut dari trauma ini,” ujar dr Teddy. 

Baca Juga: Sebanyak 55 Korban Meninggal Dunia dan 132 Luka-Luka Pasca Gempa Bumi Magnitudo 7,7 di NTT

Selain berkoordinasi dengan tim kesehatan daerah, Unair juga menjalin koordinasi dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi & Traumatologi Indonesia (PABOI) untuk memperkuat jejaring penanganan medis di wilayah terdampak.

Menurut dr Teddy, keberangkatan pada fase akut memungkinkan tim membantu korban yang masih belum memperoleh penanganan medis.

"Selain memberikan pelayanan, tim aju juga akan mendata kebutuhan riil yang mereka temukan di lapangan sebagai dasar bagi dukungan Unair berikutnya," katanya. 

Kebutuhan tersebut dapat mencakup berbagai aspek, termasuk dukungan psikologis bagi penyintas yang mengalami trauma pascabencana. 

"Harapannya, dengan adanya tim aju ini mendata dan mengidentifikasi, tim berikutnya bisa menyusul dengan kebutuhan yang komprehensif. Misalnya kebutuhan PTSD, kami bisa mengirimkan teman-teman dari Psikologi,” katanya. 

Baca Juga: Kemendikdasmen Catat 253 Sekolah Terdampak Gempa NTT, 3 Murid dan 1 Guru Tewas

Hal senada disampaikan oleh Dekan FK Unair, Prof Dr Eighty Mardiyan K, dr, SpOG. SubSpUrogin-RE. 

Menurut dia penugasan ini merupakan salah satu bagian dari implementasi sebagai institusi pendidikan yang berdampak. 

"Semoga tim dapat menjalankan tugas dengan baik dan kembali dalam keadaan sehat dan selamat," tandas Dr Eighty.

 

EDITOR: Bayu Putra