JawaPos.com - Jumlah korban meninggal dunia pasca gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 55 jiwa. Sementara korban luka menyentuh 132 orang. Sampai hari ini (17/8) operasi pencarian masih terus berjalan.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii turun langsung ke Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur. Dia datang bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.
”Kabupaten Manggarai Timur merupakan salah satu wilayah yang cukup parah terdampak gempa. Kami terus berupaya memastikan operasi pencarian dan pertolongan berjalan maksimal untuk membantu masyarakat,” kata Syafii.
Di tengah operasi SAR tersebut, Syafii mengingatkan agar masyarakat tetap waspada dan menghindari bangunan yang berpotensi roboh. Sebab, gempa susulan masih mungkin terjadi.
Syafii juga mengajak masyarakat masyarakat untuk saling membantu dan menguatkan dalam menghadapi situasi pasca gempa. Menurut dia, kebersamaan antara pemerintah, petugas SAR, dan masyarakat sangat diperlukan.
”Agar proses penanganan dapat berjalan dengan baik,” ucap perwira tinggi TNI AU dengan tiga bintang di pundak itu.
Dalam operasi SAR hari ketiga pasca gempa, Basarnas mengerahkan 119 personel yang tersebar di sejumlah wilayah terdampak. Sebanyak 11 personel ditempatkan di Kabupaten Nagekeo, 5 personel di Kabupaten Ende, 12 personel di Kabupaten Manggarai Timur, ditambah 14 personel dari tim pusat.
Kemudian 21 personel berada di Kabupaten Sikka, 9 personel di Kabupaten Manggarai Barat dengan tambahan 23 personel dari tim pusat, serta 17 personel di Kabupaten Manggarai, khususnya wilayah Reo.
”Selain itu, sebanyak 7 personel kru helikopter HR 3604 turut mendukung pelaksanaan operasi SAR,” kata dia.
Secara keseluruhan, penanggulangan bencana tersebut melibatkan 711 personel dari berbagai unsur. Termasuk diantaranya TNI, Polri, BPBD, BMKG, PMI, Kementerian Perhubungan, Pelindo, Pelni, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat.
Baca Juga: Cepat Pulihkan Akses Imbas Gempa NTT, Penanganan Darurat Dipastikan Tak Terhambat
”Basarnas memastikan kesiapsiagaan personel dan sarana pendukung tetap terjaga selama operasi berlangsung, dengan prioritas utama keselamatan dan pertolongan masyarakat yang terdampak gempa,” ujarnya.