← Beranda
Cepat Pulihkan Akses Imbas Gempa NTT, Penanganan Darurat Dipastikan Tak Terhambat
Muhammad RidwanMinggu, 16 Agustus 2026 | 22.27 WIB
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Istimewa)

 

JawaPos.com - Pemerintah bergerak cepat menangani dampak gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Penanganan difokuskan pada evakuasi dan keselamatan warga, distribusi bantuan, pembukaan akses wilayah yang terputus, serta pemulihan konektivitas dan layanan dasar masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah untuk bekerja secara cepat, terpadu, dan terkoordinasi. Sejumlah pejabat pemerintah pusat juga ditugaskan menuju Labuan Bajo dan Maumere guna memastikan penanganan di lapangan berjalan optimal.

“Pemerintah bergerak cepat. Yang paling utama adalah memastikan masyarakat terdampak mendapatkan pertolongan, bantuan, dan layanan yang dibutuhkan. Akses menuju wilayah terdampak juga harus segera dipastikan agar proses penanganan darurat tidak terhambat,” kata Menko AHY dalam keterangan tertulis, Minggu (16/8).

Dari aspek infrastruktur, AHY telah meminta Kementerian Pekerjaan Umum mengerahkan seluruh sumber daya yang dibutuhkan untuk membuka kembali akses yang terputus sekaligus memulihkan konektivitas dan pelayanan dasar.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Hadir Terdepan Membawa Energi dan Kepedulian untuk Warga Flores

“Konektivitas adalah prioritas, karena tanpa akses, bantuan tidak akan sampai. Karena itu, jalan yang terdampak harus segera ditangani agar mobilitas petugas, bantuan logistik, dan masyarakat tetap dapat berlangsung,” ucap AHY.

Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT kini menangani 12 titik longsoran yang mengganggu akses jalan. Sebanyak tiga titik berada di ruas Ruteng–KM 210, satu titik di ruas KM 210–Batas Kabupaten Manggarai, sedangkan delapan titik lainnya terdapat di ruas Aegela–Batas Kota Ende.

Dalam mempercepat pembersihan material longsor, sejumlah alat berat, seperti loader dan excavator, telah diterjunkan ke lokasi. Pekerjaan dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas karena potensi gempa susulan masih menjadi perhatian.

Selain akses transportasi, kata AHY, pemerintah juga memprioritaskan pemulihan layanan dasar, khususnya ketersediaan air bagi masyarakat. Kementerian PU terus melakukan pemeriksaan terhadap infrastruktur sumber daya air yang berada di wilayah terdampak.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan Bendungan Napungete, Waerita, dan Mbay secara visual masih dalam kondisi baik. Meski demikian, pemeriksaan teknis yang lebih menyeluruh tetap dilakukan untuk memastikan tingkat keamanan infrastrukturnya.

Sementara itu, pada Bendung dan jaringan Daerah Irigasi Wae Laku di Manggarai Timur, ditemukan kerusakan ringan pada bagian bendung. Selain itu, material longsoran juga menutup saluran sekunder yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

BBWS Nusa Tenggara II juga telah menyiapkan berbagai peralatan pendukung, termasuk drilling rig dan truck crane. Peralatan tersebut disiagakan agar dapat segera digunakan apabila kondisi di lapangan membutuhkan penanganan tambahan.

Selain itu, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Waemese di Labuan Bajo. Pemulihan fasilitas tersebut terus didorong agar pelayanan air minum kepada masyarakat dapat kembali berjalan dengan baik.

Penanganan terhadap Daerah Irigasi Wae Laku di Manggarai Timur juga terus dilakukan untuk menjaga keberlangsungan pelayanan sumber daya air bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Baca Juga: Era Digital Bawa Ancaman HAM hingga Kekerasan Berbasis Gender

“Prioritas kami dari sisi infrastruktur adalah jangan sampai kerusakan dan terputusnya akses memperberat kondisi masyarakat ataupun menghambat penanganan darurat. Konektivitas dan layanan dasar yang terdampak harus dipulihkan secepat mungkin,” tegas AHY.

Tak hanya itu, pemerintah secara bersamaan melakukan pendataan dan verifikasi terhadap berbagai kerusakan yang terjadi. Pemeriksaan mencakup jalan, jembatan, infrastruktur sumber daya air, sistem penyediaan air minum, rumah warga, hingga fasilitas publik lainnya.

Hasil assessment tersebut akan menjadi acuan pemerintah dalam menentukan kebutuhan penanganan selanjutnya, termasuk langkah rehabilitasi dan rekonstruksi setelah masa tanggap darurat berakhir.

Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan terus mengoordinasikan langkah Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, BNPB, pemerintah daerah, BPBD, serta berbagai unsur terkait agar penanganan bencana berlangsung cepat, terpadu, dan tidak terjadi tumpang tindih.

“Pemerintah terus berkoordinasi dan hadir memastikan proses cepat tanggap darurat bencana, serta rehabilitasi dan rekonstruksi atas rumah, infrastruktur, dan fasilitas publik dapat berjalan efektif, cepat, dan tepat guna,” tutur AHY.

Menurut AHY, perhatian pemerintah tidak akan berhenti ketika masa tanggap darurat selesai. Tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi akan dilanjutkan berdasarkan hasil pendataan kerusakan serta kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

Ia menekankan, proses pemulihan harus dilaksanakan secara cepat, tepat, aman, sekaligus mempertimbangkan ketahanan terhadap ancaman bencana di masa depan. Infrastruktur yang rusak tidak sekadar dikembalikan seperti semula, tetapi perlu dibangun dengan standar yang lebih tangguh.

“Setelah fase darurat, kita harus memastikan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan tuntas. Infrastruktur yang dibangun kembali harus lebih kuat dan lebih tahan terhadap gempa sehingga masyarakat juga semakin terlindungi,” ujarnya.

AHY turut menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang berada di garis depan penanganan bencana. Apresiasi diberikan kepada TNI, Polri, BPBD, relawan, pemerintah daerah, serta jajaran teknis kementerian, termasuk Kementerian PU.

Baca Juga: Turnamen City Of Heroes Jadi Pembibitan Hoki Es di Surabaya

“Kepada seluruh petugas di lapangan, TNI, Polri, BPBD, relawan, dan jajaran teknis kementerian, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Teruslah bekerja dengan cepat, cermat, dan penuh empati,” tutur AHY.

Di tengah proses penanganan, AHY juga menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat NTT yang kehilangan anggota keluarga, mengalami luka, maupun menderita kerugian akibat gempa bumi.

“Atas nama pribadi dan pemerintah, saya menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa, korban luka, serta kerusakan akibat gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur,” ujar AHY.

Lebih lanjut, AHY memastikan pemerintah akan terus mendampingi masyarakat NTT, mulai dari masa tanggap darurat hingga proses pemulihan. Ia juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk memperkuat solidaritas dan memberikan dukungan kepada warga yang terdampak bencana.

“Doa kita semua untuk seluruh masyarakat NTT yang terdampak. Semoga setiap keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini. Kita akan lalui ini bersama. Pemerintah akan terus hadir hingga kondisi masyarakat dan wilayah terdampak berangsur pulih,” pungkasnya. 

EDITOR: Sabik Aji Taufan