← Beranda
Personel dari 3 Polda Bergerak Bantu Tangani Dampak Gempa Bumi Magnitudo 7,7 di NTT
Syahrul YunizarMinggu, 16 Agustus 2026 | 05.11 WIB
Personel Kantor SAR Maumere mengevakuasi korban bangunan roboh akibat guncangan gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). (ANTARA/HO-Kantor SAR Maumere/aa)

JawaPos.com - Mabes Polri mengerahkan personel dari 3 polda untuk bergerak membantu penanganan dampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menyampaikan bahwa 3 polda yang digerakkan terdiri atas Polda Jawa Timur (Jatim), Polda Bali, dan Polda Nusa Tenggara Barat (NTB).

Isir menekankan bahwa pihaknya turut berempati terhadap masyarakat terdampak gempa bumi tersebut. Sehingga kekuatan dalam jumlah besar dikerahkan oleh Polri untuk memastikan proses evakuasi dan penanganan darurat berjalan optimal.

”Polri tentu berempati terhadap masyarakat yang terdampak gempa di Flores. Polri hadir dan terus memberikan dukungan dalam proses penanganan, khususnya penyelamatan dan evakuasi masyarakat,” dia pada Sabtu (15/8).

Mabes Polri juga sudah menyiapkan posko tingkat pusat untuk merespons perkembangan penanganan dampak gempa bumi di NTT. Langkah itu diambil berkoordinasi dengan Polda NTT.

”Mabes Polri dan Polda NTT terus berkoordinasi untuk memastikan seluruh kebutuhan di lapangan dapat didukung,” imbuhnya.

Jenderal bintang dua Polri tersebut menyatakan bahwa saat ini pendataan korban dan kerusakan daerah terdampak terus dilakukan. Meski terkendala saluran komunikasi yang kini sulit terhubung, ikhtiar tersebut terus dilakukan.

”Untuk data korban dan kerusakan masih terus dihimpun dan diverifikasi karena kondisi di lapangan masih dinamis, termasuk adanya kendala komunikasi di sejumlah wilayah,” kata dia.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan bahwa data itu diperoleh pada pukul 19.48 WITA atau 18.48 WIB. Puluhan korban meninggal dunia tersebut tersebar di beberapa daerah.

”Total jumlah korban meninggal dunia mencapai 47 orang. Sebaran korban tersebut teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka 3 orang, Manggarai Barat 1 orang, Ngada 1 orang dan Ende 1 orang,” kata Berton kepada awak media.

Selain korban meninggal dunia, petugas mengevakuasi dan melakukan perawatan medis terhadap para korban luka-luka. BNPB juga mencatat 157 rumah rusak berat, rusak sedang 41 unit, dan rusak ringan 148 unit. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum.

”Fasilitas pendidikan (rusak) 87 unit, (fasilitas) kesehatan 18 unit, tempat ibadah 5 unit, kantor 6 unit, dan sejumlah fasilitas umum lain,” imbuhnya.

 

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra