← Beranda
Tim SAR Gabungan Evakuasi Korban Tertimbun Reruntuhan Pasca Gempa Bumi Magnitudo 7,7 di NTT
Syahrul YunizarMinggu, 16 Agustus 2026 | 01.37 WIB
Para prajurit TNI bersama petugas dari instansi lain membantu korban terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di NTT pada Rabu (15/8). (TNI)

JawaPos.com - Tim SAR Gabungan terus mengupayakan evakuasi warga yang tertimbun reruntuhan bangunan akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di NTT. 

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa laporan dari lapangan menyebut masih ada korban tertimbun material bangunan yang runtuh saat gempa mengguncang.

”Dilaporkan oleh bapak gubernur NTT itu ada beberapa (yang masih tertimbun bangunan). Tapi, di bawah 10 begitu,” kata dia dalam konferensi pers yang disiarkan secara dalam jaringan (daring) pada Sabtu sore (15/8).

Baca Juga: Ben Shelton Raih Gelar Canada Masters Kedua Berturut-turut Usai Kalahkan Brandon Nakashima

Suharyanto menegaskan bahwa saat ini pencarian dan pertolongan menjadi prioritas pemerintah. Tim SAR Gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan instansi terkait lain langsung disiapkan untuk menyisir bangunan terdampak gempa bumi.

”Prioritas utama saat ini penyelamatan masyarakat yang disinyalir masih memerlukan pertolongan atau terjebak di bangunan,” tegas dia.

Data terakhir yang dilaporkan oleh Suharyanto mencatat sebanyak 38 korban meninggal dunia, 2 korban luka berat, dan 11 lainnya luka ringan. Korban meninggal dunia tersebar di beberapa daerah.

Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman menyampaikan, seluruh personel dan sarana yang dimiliki sudah dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian dan pertolongan di wilayah terdampak.

”Kantor SAR Maumere mengerahkan seluruh personel ke wilayah yang menjadi pusat gempa di Nagekeo. Kami juga menggerakkan KN SAR Puntadewa untuk mengoptimalkan operasi SAR. Bersama potensi SAR di seluruh Flores, kami berupaya melakukan penyelamatan dengan cepat, tepat, dan aman,” ujarnya.

Fathur menyebut, pendataan korban masih terus dilakukan dan dikoordinasikan oleh BPBD setempat. Sementara itu, Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian dan pertolongan terhadap warga yang membutuhkan bantuan.

Secara keseluruhan 281 personel dikerahkan dalam operasi tersebut. Personel sebanyak itu berasal dari unsur TNI, KSOP, Polri, BPBD, PMI, pemerintah daerah, serta potensi SAR lainnya.

Sampai petang ini, operasi SAR masih berlangsung. Tim SAR Gabungan memprioritaskan pencarian terhadap korban yang masih tertimbun serta evakuasi masyarakat terdampak ke lokasi yang aman.

 

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah