JawaPos.com - Basarnas mengungkap rincian korban gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) pagi tadi (15/8). Berdasar data terbaru, sebanyak 20 korban meninggal dunia dan 6 orang luka-luka.
Direktur Kesiapsiagaan Basarnas Noer Isrodin Muchlisin menyampaikan bahwa data terbaru itu diperoleh dari Posko Pusat Basarnas Command Center. Berdasar laporan dari lapangan, jumlah korban mencapai 28 orang.
”Jumlah total korban terdampak bencana ada 28 orang. Diantaranya 20 meninggal dunia, 6 luka-luka, dan dilaporkan 2 orang masih tertimbun reruntuhan bangunan,” terang dia kepada awak media.
Baca Juga: Viral Olahan Serba Kimpul, Ahli Gizi Unair Sebut Bisa Jadi Alternatif Sumber Karbohidrat
Noer mengungkapkan bahwa data dari Kabupaten Manggarai Timur ada 2 korban meninggal dunia dan 2 korban luka-luka. Sementara di wilayah Sikka sebanyak 3 korban meninggal dunia dan 2 luka-luka.
”Kemudian di Manggarai Barat, 1 orang meninggal dunia, 2 luka-luka. Dan yang terakhir di wilayah Kabupaten Manggarai, ada 8 orang yang dinyatakan meninggal dunia dan masih ada 2 orang yang tertimbun,” beber dia.
Atas laporan itu, Basarnas dan seluruh potensi SAR di NTT melaksanakan operasi SAR. Penguatan terus dilakukan bersama instansi terkait lain seperti TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga lainnya.
”KN Puntadewa juga sudah bergerak dari Maumere menuju ke Labuan Mbay untuk melaksanakan asesmen dan juga melaksanakan perbantuan operasi SAR,” jelasnya.
Tidak hanya kapal, Basarnas mengerahkan 1 unit helikopter dari Lanud TNI AU Atang Sendjaja, Bogor, Jawa Barat (Jabar). Kemudian menyiapkan Basarnas Special Group (BSG).
”Dipersiapkan untuk memberangkatkan Tim Aju menggunakan fasilitas dari TNI Angkatan Udara untuk melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan, untuk mengendalikan di lapangan dan menyelamatkan jiwa manusia yang terdampak akibat bencana,” beber dia.