JawaPos.com - TNI mengerahkan prajurit dari 3 kodim dan 1 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) untuk membantu korban terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa bumi tersebut menyebabkan puluhan bangunan rusak dan belasan korban meninggal dunia.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menyampaikan jajaran TNI di wilayah NTT yang sudah bergerak terdiri atas personel dari Kodim 1603/Sikka, Kodim 1612/Manggarai, Kodim 1602/Ende, dan Yonif TP 834/WM, serta Lanal Maumere.
”TNI juga menyiapkan kekuatan dan sarana pendukung untuk mempercepat distribusi bantuan serta mobilisasi personel dan logistik,” kata Nas dalam keterangan resmi pada Sabtu (15/8).
Nas menyatakan bahwa pihaknya turut menyiapkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) seperti Pesawat Angkut Berat Hercules dan KRI. Tujuannya untuk mendukung penanganan bencana sesuai kebutuhan dan perkembangan situasi di lapangan.
”TNI mengerahkan Hercules dan KRI untuk membantu penanganan bencana serta mendukung kebutuhan masyarakat terdampak,” ujarnya.
Menurut Nas, instansinya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BNPB, BPBD, Basarnas, Polri, dan instansi terkait lainnya untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan terpadu. Para prajurit TNI disiagakan untuk memberikan bantuan lanjutan sesuai perkembangan kondisi di wilayah terdampak.
Terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan menyampaikan, pihaknya sudah melakukan kaji cepat, pendataan korban dan kerusakan, serta kebutuhan korban terdampak.
Baca Juga: Gempa M7,7 Ganggu 200 BTS di NTT, Ini Penyebab Jaringan Seluler Bisa Tumbang
Di Kabupaten Manggarai, sejumlah kebutuhan mendesak telah diidentifikasi. Mulai dari 15 tenda pengungsi, 12 tenda posko, 20 tenda pleton, 30 ton beras, obat-obatan, 1.000 velbed, 1.000 selimut, 1.000 tikar, 500 paket peralatan dapur, 12 tandon air, 10 unit genset 5 KVA, 10 unit handy talky, dan 100 unit senter.
”BNPB bersama BPBD dan unsur terkait akan terus melakukan pemantauan serta pemutakhiran data dampak gempa. Informasi resmi mengenai perkembangan situasi dapat diperoleh melalui kanal komunikasi resmi pemerintah dan BMKG,” jelasnya.