← Beranda
Telkomsel, XLsmart, dan Indosat Terdampak Gempa NTT, Begini Kondisi Jaringannya
Nanda PrayogaSabtu, 15 Agustus 2026 | 20.31 WIB
Ilustrasi: antena jaringan Telkomsel.

 

JawaPos.com - Gempa Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8), turut berdampak pada layanan telekomunikasi. Tiga operator seluler, yakni Telkomsel, XLsmart, dan Indosat, melaporkan gangguan jaringan di sejumlah wilayah terdampak gempa.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat hingga pukul 07.00 WIB terdapat 200 site atau BTS yang mengalami gangguan. Infrastruktur tersebut tersebar di 10 kabupaten dan kota di NTT dan saat ini masih dalam proses pemulihan oleh operator bersama pihak terkait.

“Sebanyak 16.35 persen BTS diwilayah yang teridentifikasi terdampak mengalami gangguan. Komdigi terus memantau kondisi jaringan dan berkoordinasi langsung dengan operator seluler untuk memastikan gangguan dapat segera ditangani. Keselamatan petugas dan akses publik terhadap akses telekomunikasi menjadi pertimbangan utama dalam proses pemeriksaan dan pemulihan di lapangan,” ujar Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi Wayan Toni Supriyanto di Jakarta, Sabtu (15/8).

Berdasarkan pemantauan sementara, gangguan pada ketiga operator memiliki kondisi yang berbeda. Di jaringan Telkomsel, sejumlah BTS terdampak akibat pasokan listrik yang terganggu di wilayah bencana.

Sementara itu, XLsmart menemukan gangguan layanan, khususnya di kawasan yang berada di sekitar pusat gempa. Adapun Indosat masih melakukan pemantauan secara intensif melalui tim teknis untuk mengetahui kondisi jaringan di lapangan.

Komdigi menyebut gangguan telekomunikasi tidak hanya berkaitan dengan pasokan listrik. Hasil koordinasi dengan operator juga menemukan adanya gangguan pada jaringan transmisi yang turut terdampak akibat gempa bumi.

Dari 10 wilayah yang terdata, Kabupaten Sikka menjadi daerah dengan jumlah BTS terdampak paling banyak, yakni 51 site dari 192 BTS eksisting atau 26,56 persen.

Berikutnya, Kabupaten Ende mencatat 31 site terdampak dari 118 BTS atau 26,27 persen. Kemudian Flores Timur sebanyak 26 site dari 161 BTS atau 16,15 persen.

Kabupaten Manggarai tercatat memiliki 22 site terdampak dari 150 BTS atau 14,67 persen. Diikuti Manggarai Barat dengan 17 site dari 141 BTS atau 12,06 persen.

Sementara itu, Manggarai Timur mencatat 16 site terdampak dari 80 BTS atau 20 persen. Ngada sebanyak 13 site dari 101 BTS atau 12,87 persen.

Di Kabupaten Nagekeo terdapat 11 site terdampak dari 73 BTS atau 15,07 persen. Lembata mencatat 10 site dari 73 BTS atau 13,70 persen, sedangkan Timor Tengah Utara menjadi wilayah dengan jumlah terdampak paling rendah, yakni tiga site dari 134 BTS atau 2,24 persen.

Komdigi memastikan pemantauan kondisi jaringan terus dilakukan melalui Tim Pemantauan Telekomunikasi (PMT) dengan memanfaatkan dashboard monitoring. Pemantauan tersebut juga melibatkan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR), pemerintah daerah, serta penyelenggara telekomunikasi.

“Kondisi jaringan sangat dinamis setelah terjadi bencana. Karena itu, data terus kami perbarui berdasarkan laporan operator dan hasil pemantauan di lapangan. Begitu kondisi memungkinkan, penanganan teknis akan dilakukan pada site yang mengalami gangguan,” ujar Wayan.

Baca Juga: Gempa M 7,7 Guncang NTT, 200 BTS di 10 Daerah Alami Gangguan

Pemerintah mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap mengutamakan keselamatan dan mengikuti informasi resmi dari BMKG, pemerintah daerah, serta lembaga penanganan bencana.

Perkembangan kondisi jaringan dari Telkomsel, XLsmart, dan Indosat beserta proses pemulihannya akan terus dipantau dan diperbarui berdasarkan kondisi terkini di lapangan.

 

EDITOR: Kuswandi