JawaPos.com - Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8), menyebabkan dua orang meninggal dunia.
Jumlah korban masih dalam pendataan karena tim gabungan terus memverifikasi dampak gempa di lapangan.
Kabar mengenai korban jiwa disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) setelah gempa mengguncang wilayah Nagekeo pada pagi hari.
Selain korban meninggal, BNPB masih melakukan pendataan untuk mengetahui dampak lain yang ditimbulkan gempa.
"Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangannya, Sabtu (15/8) pagi.
BNPB Masih Verifikasi Dampak Gempa
BNPB belum merinci identitas maupun kronologi dua korban yang meninggal dunia. Pendataan masih dilakukan oleh tim di lapangan untuk memastikan keseluruhan dampak akibat gempa.
Proses verifikasi diperlukan karena dampak gempa dapat tersebar di sejumlah wilayah yang berada di sekitar pusat guncangan.
BNPB menyatakan tim masih mengumpulkan informasi mengenai korban dan kerusakan yang terjadi setelah gempa.
BNPB dan BPBD Turun Tangani Dampak
BNPB bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo dan unsur terkait terus melakukan koordinasi untuk menangani situasi pascagempa.
Koordinasi tersebut mencakup penanganan korban sekaligus upaya memastikan keselamatan masyarakat di wilayah yang terdampak.
"BNPB masih melakukan verifikasi dan pendataan lebih lanjut terkait jumlah korban dan dampak gempa melalui tim di lapangan," demikian keterangan BNPB.
Tim gabungan juga terus memantau perkembangan situasi untuk mendapatkan gambaran lebih lengkap mengenai dampak gempa.
Gempa Picu Peringatan Tsunami
Gempa yang menimbulkan korban jiwa tersebut juga sempat memicu peringatan dini tsunami.
Baca Juga: BMKG Cabut Peringatan Tsunami Usai Gempa M 7 Guncang NTT
BMKG kemudian menyatakan peringatan tsunami telah berakhir setelah melakukan pemantauan terhadap kondisi gelombang di sejumlah wilayah.
Sebelumnya, gelombang tsunami terdeteksi di beberapa daerah, termasuk Maurole, Sikka, Labuan Bajo, Flores Timur, hingga wilayah di luar NTT.
Di Maurole, gelombang tercatat mencapai 0,94 meter. Sementara gelombang juga terdeteksi di Labuan Bajo sebesar 0,36 meter, Kawapante 0,38 meter, Flores Timur 0,25 meter, dan Bakalang 0,14 meter.
Gelombang bahkan terpantau hingga Baubau, Sulawesi Tenggara, sebesar 0,30 meter serta Bulukumba, Sulawesi Selatan, sebesar 0,54 meter.
Meski peringatan tsunami telah dicabut, penanganan dampak gempa di Nagekeo masih berlangsung.
Dua korban meninggal dunia telah dilaporkan, sementara jumlah korban dan kerusakan lainnya masih menunggu hasil verifikasi BNPB dan tim di lapangan.