← Beranda
BGN Siapkan Radar MBG, Masyarakat Bisa Intip Menu Anak
Dimas ChoirulJumat, 14 Agustus 2026 | 06.05 WIB
Kepala BGN Sudaryono dalam Rapat Koordinasi Khusus antara Kementerian Dalam Negeri, BGN, dan pemerintah daerah di Jakarta, Kamis (13/8). (Istimewa).

 

JawaPos.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan Radar MBG, sebuah portal digital yang memungkinkan masyarakat mengintip pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara lebih terbuka sekaligus memantau sajian menu anak sekolah. 

Kehadiran portal ini menjadi bagian dari upaya BGN memperkuat transparansi, meningkatkan kualitas layanan, sekaligus membuka ruang partisipasi publik dalam pengawasan penyelenggaraan MBG di berbagai daerah.

“Kami sudah menyiapkan portal di mana masyarakat, khususnya orang tua, guru, kemudian kepala sekolah dan kepala daerah, dinas, itu bisa kemudian memonitor,” ujar Kepala BGN Sudaryono dalam Rapat Koordinasi Khusus antara Kementerian Dalam Negeri, BGN, dan pemerintah daerah di Jakarta, Kamis (13/8).

Melalui Radar MBG, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai sekolah yang menerima program, menu yang disajikan, kandungan gizi, foto makanan, hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memproduksi makanan tersebut. Informasi tersebut diharapkan memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai pelaksanaan MBG di lapangan.

Baca Juga: Disinggung Keterlibatan Ridwan Kamil, Eks Dirut BJB Serahkan Sepenuhnya ke KPK

“Orang tua itu ingin tahu, anak yang sekolah di sekolah yang mendapatkan MBG, hari ini menunya apa. Maka kami sudah menyiapkan portal. Di sana bisa dilihat sekolah mana, menunya apa, foto menunya ada, gizinya mana, dan dari SPPG mana itu bisa dicek melalui yang kami namakan Radar MBG,” kata Sudaryono.

Menurutnya, keterbukaan informasi tersebut tidak hanya ditujukan sebagai sarana publikasi, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat pengawasan bersama. Dengan informasi yang tersedia secara digital, masyarakat, sekolah, pemerintah daerah, maupun dinas terkait dapat ikut melihat dan memberikan perhatian apabila terdapat aspek pelaksanaan MBG yang perlu diperbaiki.

BGN juga terus meningkatkan kewajiban pelaporan digital bagi seluruh SPPG, termasuk dalam proses produksi makanan. Saat ini, sekitar 85 persen SPPG telah melakukan pengisian pelaporan secara digital. 

Ke depan, BGN mendorong seluruh dapur MBG untuk melaporkan proses produksinya secara lebih konsisten sehingga informasi yang tampil dalam Radar MBG semakin lengkap.

“Kalau nanti dibuka tetapi gambarnya belum muncul, itu artinya SPPG-nya belum melaporkan atau belum memfoto. Kami sedang meningkatkan dan mewajibkan semua dapur secara digital melaporkan proses produksi,” jelasnya.

Sudaryono menegaskan, partisipasi publik melalui Radar MBG diharapkan tidak berhenti pada pemantauan informasi, tetapi dapat menjadi bagian dari mekanisme perbaikan berkelanjutan. BGN ingin memastikan program tersebut terus mengalami peningkatan dari sisi kualitas makanan, komposisi menu, kandungan gizi, serta kualitas pelayanan kepada penerima manfaat.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan