JawaPos.com - Menteri Pertanian (Mentan)!Andi Amran Sulaiman menawarkan Korwil Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kota Surabaya, Tiara Devi untuk bekerja di kantor Kementerian Pertanian.
Hal tersebut disampaikan usai polemik pencopotan Tiara Devi sebagai Korwil KPPG Kota Surabaya lantaran minimnya penyerapan telur oleh SPPG dari peternak untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Amran menegaskan, pencopotan Tiara awalnya bukan dilakukan oleh Kementan, melainkan Badan Gizi Nasional (BGN).
"Kami kan tidak kenal, tapi yang menentukan dia berhentikan adalah badan pangan, badan gizi BGN, kepala BGN. Nah mereka, Pak Menteri, kita berhentikan," ungkapnya di Kementan, Kamis (13/8).
Beberapa saat setelah pernyataan tersebut disampaikan, Amran mengaku mendapat informasi bahwa Tiara tengah dalam kondisi hamil. Amran kemudian menawarkan opsi bagi Tiara untuk pindah tugas ke Kementerian Pertanian di Jakarta.
"Kamu berkantor di kementerian bagian administrasi, jabatannya sama, gajinya bisa lebih tinggi, tukinnya. Kami tawarkan di sini," ujarnya.
Amran juga menegaskan Kementan menerapkan prinsip meritokrasi. Menurutnya, penilaian dan kesempatan kerja diberikan berdasarkan kemampuan dan kinerja, bukan berdasarkan jenis kelamin, suku, agama maupun asal daerah.
"Di pertanian meritokrasi. Kami tidak melihat siapa mereka. Dari suku mana, dari agama mana, dari mana. Gender, tidak ada. Yang penting kinerja," ujarnya.
Polemik Sudah Selesai
Polemik tersebut kini telah selesai setelah dilakukan klarifikasi langsung oleh Komnas Perempuan. Menurut Amran, pertemuan dengan Komnas Perempuan justru menjadi momentum untuk mengubah polemik menjadi kolaborasi yang menghasilkan aksi nyata.
"Kita di sini ingin mencari kebaikan, kita ingin tumbuh bersama, kita ingin bangun negara ini bersama," katanya.
Kolaborasi tersebut akan diarahkan pada berbagai program pertanian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, termasuk perempuan dan masyarakat terdampak bencana.
"Jadi bukan lagi menjadi topik yang tadi. Langsung aksi nyata. Nanti operasionalnya bersama dengan dirjen-dirjen. Ini lengkap. Ada peternakan, ada hortikultura. KRPL kita bangun bersama," ujarnya.
Amran menilai keterlibatan perempuan menjadi bagian penting dalam pembangunan pertanian. Menurutnya, peran perempuan sangat besar dalam rantai sektor pertanian, mulai dari produksi hingga aktivitas ekonomi keluarga.
"Perempuan sektor pertanian itu mungkin 50 persen. Jadi kita ini harus, kalau mau sukses, muliakan ibu, ibu, ibu, ibu," katanya.