← Beranda
Lindungi Populasi dan Habitat Gajah, Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Strategi Konservasi
AntaraKamis, 13 Agustus 2026 | 06.11 WIB
Menhut Raja Juli Antoni meluncurkan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Gajah Sumatera. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meluncurkan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Gajah Sumatera sebagai bagian upaya nyata memperkuat perlindungan populasi gajah dengan strategi konsevasi.

SRAK itu diharapkan tidak hanya menjadi sekedar dokumen. Peluncuran SRAK untuk mendukung perlindungan gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) itu dilakukan Menhut Raja Juli Antoni di Kantor Kemenhut, Jakarta, bertepatan dengan Hari Gajah Sedunia yang diperingati setiap 12 Agustus.

"Kita bareng-bareng kawal nih, supaya dia tidak menjadi dokumen yang hanya bersifat teoritis, tapi ini executable ya. Bisa dieksekusi di bawah, konsisten, istiqomah ya, untuk menjalankan strategi ini. Terus kita bekerja sama demi memperbaiki populasi ini, populasi dan habitat Gajah Sumatera dan Kalimantan," ujar Menhut Raja Juli Antoni dilansir dari Antara.

Baca Juga: Pemimpin PBNU Mendatang Diminta Bebas dari Kepentingan Politik Praktis

Menhut Raja Juli Antoni mengatakan, SRAK harus menjadi pedoman yang benar-benar dijalankan untuk perlindungan gajah, mengingatkan bahwa konservasi gajah tidak hanya membutuhkan pendekatan rasional, tetapi juga kepedulian terhadap makhluk hidup.

Menurut Menhut Raja Antoni, tantangan konservasi gajah semakin berat. Dari sebelumnya terdapat sekitar 42 kantong gajah, kini jumlahnya disebut tinggal 21 kantong.

Kondisi itu menjadi salah satu alasan pemerintah memperkuat memperkuat rencana aksi konservasi yang tertuang dokumen SRAK.

Baca Juga: Sinergi Antar Lembaga Kunci Jaga Stabilitas Keamanan Menjelang HUT Ke-81 RI

Menhut Raja Antoni juga menyebut Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen konkret dalam konservasi, terutama terhadap populasi dan habitat gajah Sumatera.

Hal ini dibuktikan dengan dimulainya project Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI) di Aceh dan terbitnya Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2026 tentang Percepatan Perlindungan dan Penyelamatan Populasi serta Habitat Gajah Sumatera dan Gajah Kalimantan.

"Bapak Presiden Prabowo beliau punya pesan yang sama dengan kita, saya merasa sangat konkret sekali terutama untuk gajah ini ya. Pertama ada inisiatif di Pesangan Aceh ya, yang sudah berjalan dengan teman-teman WWF luar biasa. Kemudian dalam perjalanannya kita minta Inpres, terbit Inpres ini, beliau sangat mendukung," ujar Raja Antoni.

Di Way Kambas, pemerintah juga mendorong penguatan upaya koeksistensi manusia dan gajah.

Salah satunya melalui pembangunan pagar sepanjang lebih dari 100 kilometer untuk mengurangi konflik yang selama ini menimbulkan kerusakan sawah dan perkebunan hingga korban jiwa.

Menhut menyebut keberhasilan SRAK membutuhkan kerja sama pemerintah, masyarakat, korporasi, NGO, dan para penggiat konservasi.

Baca Juga: Menko PMK Dorong Strategi Respons Cepat Atasi Bencana Tahunan 5000 Kali

Dia berharap implementasi SRAK dapat memperbaiki populasi sekaligus habitat Gajah Sumatera dan menjadi bagian dari upaya jangka panjang memperkuat konservasi satwa di Indonesia.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah