JawaPos.com - TNI AL mengerahkan 2 kapal untuk membantu evakuasi korban kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Putri Yasmin di Selat Lombok pada Rabu (12/8).
Total 2 kapal dikerahkan oleh Angkatan Laut dalam operasi SAR tersebut. Yakni KAL Lembar dan KAL Balongas. Kedua kapal tersebut dikerahkan sebagai bantuan dalam operasi pencarian dan penyelamatan korban.
Merujuk keterangan resmi yang disampaikan oleh Dinas Penerangan TNI AL (Dispenal), data manifest, KMP Putri Yasmin terdiri atas 17 orang awak kapal dan 114 orang penumpang.
Selain itu, kapal tersebut juga mengangkut 33 unit kendaraan roda dua dan 22 unit kendaraan roda empat yang terdiri atas kendaraan pribadi, mobil pickup, serta truk angkutan.
Baca Juga: Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Selekai CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
”Unsur SAR TNI AL telah mengevakuasi sejumlah korban. KAL Lembar berhasil mengevakuasi 17 orang,” bunyi keterangan resmi tersebut,
Para korban dievakuasi ke Pelabuhan Padang Bai di Bali dan Pelabuhan Lembar di Lombok. Operasi SAR tersebut berlangsung di bawah koordinasi Komandan Kodaeral VII Laksda TNI Joni Sudianto dan Komandan Lanal Mataram Letkol Laut (P) Eko Darmawan.
”Sebagai bentuk respons cepat TNI AL dalam membantu masyarakat yang mengalami musibah di laut,” lanjut TNI AL.
Diberitakan sebelumnya, KMP Putri Yasmin terbakar di Selat Lombok pada Rabu pagi. Lokasi kebakaran kapal tersebut berada di wilayah Perairan Sekotong. Tim SAR Gabungan sudah bergerak dengan mengirimkan tim untuk mengevakuasi penumpang.
Berdasar informasi yang diperoleh awak media, kebakaran terjadi pada pukul 04.15 WITA. Saat itu, KMP Putri Yasmin sedang dalam perjalanan dari Pelabuhan Padang Bai di Bali menuju Pelabuhan Lembar, Lombok. Kantor SAR Mataram menerima laporan darurat pada pukul 04.39 WITA.
”Kami telah mengerahkan KN 220 Mataram, Rigid Inflatable Boat (RIB), dan Rigid Buoyancy Boat (RBB) ke lokasi kejadian,” kata Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi.
Tim SAR Gabungan menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah keselamatan jiwa seluruh penumpang dan kru kapal. Karena itu, pengerahan personel dilakukan bersama-sama oleh Kantor SAR Mataram dan jajaran instansi lainnya.
Baca Juga: Tim Penasihat Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Sutrimo hanya Jaga Rumah Kosong, Bukan Karumga
”Untuk melakukan evakuasi serta berkoordinasi dengan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian,” lanjut Hariyadi.
Mengingat situasi masih dalam keadaan darurat, Kantor SAR Mataram juga berkoordinasi dengan Kantor SAR Denpasar yang turut mengerahkan KN SAR Arjuna untuk membantu proses evakuasi dan mengerahkan helikopter milik SGi Air Bali.
Operasi SAR tersebut masih berlangsung dan kini melibatkan berbagai unsur seperti Kantor SAR Mataram, Kantor SAR Denpasar, KMP PortLink II, KAL Lembar, TNI AL, Polres Lombok Barat, Polairud Lombok Barat, Syahbandar Pelabuhan Lembar, kapal yatch, SGi Air Bali, masyarakat setempat, dan pihak terkait lainnya.
”Tim SAR gabungan masih berada di lokasi kejadian untuk melaksanakan proses evakuasi,” imbuhnya.