← Beranda
BNPB Catat Karhutla di Sumut hingga Jateng, Pendakian Gunung Gede Ditutup Sementara
Nanda PrayogaSabtu, 8 Agustus 2026 | 20.53 WIB
Petugas gabungan bahu membahu memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Kelurahan Karang Sari, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara (26/3). (BPBD Kabupaten Simalungun)

 

JawaPos.com - Sejumlah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di beberapa daerah di Indonesia dalam 24 jam terakhir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kejadian tersebut berdasarkan pemantauan sejak Jumat (7/8) hingga Sabtu (8/8) pukul 07.00 WIB.

Salah satu karhutla terjadi di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Kebakaran diketahui muncul pada Jumat (7/8) sekitar pukul 18.45 WIB di lahan pertanian milik masyarakat yang berada di kawasan Hutan Baru Marandor, Nagori Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean.

BNPB menyebut area yang terdampak kebakaran mencapai sekitar satu hektare. Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama unsur gabungan langsung melakukan pemadaman setelah menerima laporan.

"Luas lahan terbakar mencapai satu hekatare. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bersama tim gabungan segera menurunkan petugas pemadam kebakaran untuk melakukan upaya penanganan darurat. Kondisi terkini api sudah berhasil dipadamkan," kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam keterangannya, Sabtu (8/8).

Baca Juga: Biodiesel B50 Diklaim Aman, Mitsubishi Fuso Beberkan Hasil Uji Jalan 40.000 Km

Kebakaran lahan juga terjadi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Api terdeteksi pada Jumat (7/8) sekitar pukul 11.15 WIB di wilayah Desa Krakitan, Kecamatan Bayat. Kobaran api menghanguskan lahan dengan luas kurang lebih satu hektare.

Petugas pemadam kebakaran kemudian melakukan penanganan hingga api berhasil dikendalikan pada hari yang sama. Sementara itu, penyebab kebakaran masih ditelusuri oleh aparat berwenang.

Di Sulawesi Selatan, karhutla dilaporkan terjadi di dua lokasi di Kabupaten Luwu, yakni Desa Sakti, Kecamatan Bua, serta Desa Padang Kalua, Kecamatan Lamasi. Upaya pemadaman melibatkan BPBD Kabupaten Luwu bersama Damkarmat Sektor Walerang dan Damkarmat Sektor Ponrang.

Berdasarkan laporan terakhir pada Jumat (7/8), seluruh titik kebakaran di wilayah tersebut telah berhasil dipadamkan. Total area yang terbakar diperkirakan mencapai 1,5 hektare.

Sementara itu, kebakaran turut terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) yang mencakup wilayah Kabupaten Cianjur dan Sukabumi, Jawa Barat. Api membakar area sekitar satu hektare.

Penanganan dilakukan oleh petugas Resort PTN Gunung Putri bersama Masyarakat Mitra Polhut dan relawan. Kebakaran berhasil dipadamkan pada Jumat (7/8).

Untuk mengantisipasi risiko terhadap pengunjung sekaligus mendukung proses penanganan kebakaran, Balai Besar TNGGP menerbitkan Surat Edaran Nomor SE.18 Tahun 2026. Aturan tersebut menetapkan penghentian sementara aktivitas pendakian dalam rangka penanganan kebakaran di kawasan Alun-Alun Suryakencana TNGGP.

BNPB mengingatkan masyarakat di daerah yang memiliki tingkat kerawanan karhutla agar meningkatkan kewaspadaan. Salah satu langkah pencegahan yang ditekankan adalah tidak menggunakan metode pembakaran ketika membuka lahan.

Baca Juga: Viral! Dirkrimum Polda Sumbar Diduga Pukul Pengemudi yang Menyalip dari Sisi Kiri

Masyarakat juga diminta segera menyampaikan laporan apabila menemukan titik api sehingga petugas dapat melakukan penanganan sebelum kebakaran meluas.

Selain ancaman kebakaran, kondisi hidrometeorologi kering juga meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah wilayah. Karena itu, BNPB meminta masyarakat menggunakan air secara bijaksana sesuai kebutuhan.

Penyaluran air menggunakan mobil tangki dapat dilakukan sebagai langkah penanganan sementara. Namun, ketika masih terdapat kemungkinan terjadinya hujan, masyarakat juga dianjurkan memanfaatkan momentum tersebut dengan menampung air hujan untuk dijadikan persediaan.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan