← Beranda
Latihan Integrasi TNI Uji Kemampuan Pesawat Tempur dan Alutsista Baru Angkatan Udara
Syahrul YunizarJumat, 7 Agustus 2026 | 06.36 WIB
TNI uji kemampuan pesawat tempur serta alutsista baru Angkatan Udara pada latihan gabungan di Kepri. (Istimewa)

 

JawaPos.com - TNI AU menguji kemampuan pesawat tempur dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru lainnya melalui Latihan Integrasi TNI 2026.

Beberapa pesawat seperti Dassault Rafale dan pesawat angkut berat Airbus A400M terlibat dalam latihan yang berlangsung di Kepulauan Riau (Kepri).

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana menyatakan, latihan itu menjadi momentum bagi Angkatan Udara untuk menguji kesiapan operasi udara. Sekaligus memperkuat interoperabilitas antarmatra dalam mendukung operasi gabungan TNI.

Baca Juga: Dukung Kampanye Antikorupsi KPK, Dinkes Jatim Gelar Senam Integritas

”Guna menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Nyoman dalam keterangan resmi pada Kamis (6/8).

Latihan di Pusat Latihan Pertempuran Marinir (Puslatpurmar) 9 Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, itu disaksikan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, dan kepala staf dari 3 matra TNI.

Dalam skenario latihan yang dilaksanakan, TNI mensimulasikan operasi pengamanan wilayah dan objek vital nasional untuk menguji kesiapan operasi gabungan dalam mempertahankan kedaulatan NKRI. Sebanyak 12.987 personel dari TNI AD, TNI AL, dan TNI AU dikerahkan dengan dukungan berbagai alutsista.

Baca Juga: Kepala BGN Sudaryono Luruskan Isu Tambahan 13.000 Dapur MBG: Baru 1.700 Siap Beroperasi

”Pada latihan tersebut, TNI AU mengerahkan berbagai unsur udara yang meliputi pesawat tempur, pesawat angkut, pesawat intai, helikopter, pesawat tanpa awak serta pasukan gerak cepat untuk mendukung pelaksanaan operasi gabungan secara terpadu,” jelas I Nyoman Suadnyana.

Melalui Latihan Terintegrasi TNI 2026, Angkatan Udara terus meningkatkan kesiapan operasi udara, interoperabilitas antarmatra, dan profesionalisme prajurit dalam mendukung operasi gabungan TNI.

Lewat akun media sosial, Menhan Sjafrie menyampaikan bahwa Kemhan dan TNI turut mengajak Komisi I DPR untuk melihat langsung kekuatan armada tempur TNI.

”Rudal C-705, tank, MLRS, sistem pertahanan udara, serta bantuan tembakan howitzer. Seluruh rangkaian latihan mencerminkan semakin kuatnya integrasi kemampuan TNI AD, TNI AL dan TNI AU,” ungkap Sjafrie.

Menurut Sjafrie, TNI harus selalu siap, modern, profesional dan mampu menunjukkan kekuatan dalam menjaga setiap jengkal wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dia menilai, TNI sudah menunjukkan kesiapan yang meyakinkan dalam menjalankan tugas menjaga, memelihara, dan mengamankan kedaulatan negara.

Baca Juga: Menko Pangan Izinkan Ponpes dengan 1.000 Santri Lebih Bangun SPPG yang Standar

Hal itu, lanjut Sjafrie, menegaskan bahwa revitalisasi pertahanan negara tahun ini mulai menunjukkan hasil yang signifikan.

Berbagai kemampuan tempur yang diperagakan dalam latihan, termasuk penggunaan produk industri pertahanan (inhan) dalam negeri, menjadi bukti bahwa Indonesia terus memperkuat kemandirian pertahanan nasional sekaligus meningkatkan daya tangkal.

Materi latihan tersebut fokus pada kecepatan pengambilan keputusan, koordinasi, serta efektivitas pelaksanaan operasi gabungan sesuai skenario yang telah direncanakan.

Baca Juga: Terkesima Keramahan Masyarakat Banyuwangi, Peserta Konferensi Internasional: Cerminkan Nilai Islami

Dalam simulasi pertempuran yang berlangsung berbagai alutsista dikerahkan, termasuk drone kamikaze AKM KI-50 buatan dalam negeri. Juga dilakukan penembakan rudal C-705 dari KRI Sampari-628.

Latihan terintegrasi tersebut menggabungkan antara teknologi dan strategi peperangan di era modern.

Operasi diawali dengan pertahanan udara dari TNI AU yang mengerahkan pesawat tempur terbaru Rafale dan F-16 dengan muatan bom MK-82, kemudian dilanjutkan Operasi Khusus Matra Udara dari Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat).

Baca Juga: BULOG Perluas Distribusi Beras Premium ke Retail Modern, Pastikan Pasokan Aman

Sementara dari aspek laut, TNI AL mengerahkan Unmanned Surface Vehicle (USV) Kamikaze yang diluncurkan dari KRI Soeharso-991 dengan sasaran di laut. Dilanjutkan dengan operasi peranjauan serta infiltrasi pasukan khusus melaksanakan sabotase kabel bawah air oleh Komando Pasukan Katak (Kopaska).

Selain unsur udara dan laut, operasi didukung oleh pasukan Lintas Udara (Linud) TNI AD yang melaksanakan penerjunan tempur dari Pesawat Hercules C-130.

TNI AD juga mengerahkan intai drone tempur serta pasukan Artileri Medan. Seluruh rangkaian latihan dirancang untuk meningkatkan kesiapan tempur dan kemampuan operasi gabungan dalam menghadapi ancaman modern.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah