JawaPos.com - Sebanyak 33.785 calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Kelurahan dan Kampung Nelayan Merah Putih menyelesaikan pelatihan dan pendidikan selama 1,5 bulan. Upacara penutupan berlangsung secara serentak hari ini (31/7).
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia menyampaikan bahwa puluhan ribu calon manajer Kopdes Kelurahan dan Kampung Nelayan Merah Putih itu sudah dibekali berbagai kemampuan dan kini siap bertugas.
Khusus di Jakarta, pelaksanaan pengukuhan berlangsung di Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur (Jaktim). Ketut memastikan bahwa puluhan ribu peserta yang digembleng dalam program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) telah melalui berbagai tahapan.
”Mudah-mudahan insya Allah, kami akan tutup pendidikan ini sejumlah 33.785 orang,” kata dia.
Baca Juga: IHSG Diprediksi Lanjut Menguat ke Level 6.219, Cek Rekomendasi Saham AADI, BBRI, DEWA, dan TINS
Sebelum dididik dan dilatih, mereka sudah melalui seleksi ketat. Meski terjadi dinamika selama pendidikan dan pelatihan tersebut, namun puluhan ribu calon manajer Kopdes Kelurahan dan Kampung Nelayan Merah Putih itu dapat melalui proses tersebut.
”Dengan jumlah (peserta) dari yang dibuka sampai dengan finish, itu ada yang memang 61 rekan kita tidak bisa lanjut dengan beberapa alasan,” terang dia.
Ketut pun mencontohkan, sebanyak 16 orang tidak menuntaskan pendidikan karena kondisi kesehatannya. Kemudian ada peserta yang akhirnya memilih mundur dari pelatihan dan pendidikan untuk melanjutkan pekerjaan sebelumnya. Ada juga yang dalam kondisi hamil sehingga harus dipulangkan.
”Tentunya semuanya keputusan itu akan disampaikan oleh tim Panselnas Pusat untuk tindak lanjut kegiatan berikutnya,” kata dia.
Dalam proses pendidikan dan pelatihan tersebut, sebanyak 5 peserta meninggal dunia. Yakni Yonanda Muhammad Taufiq (meninggal pada 17 Juni 2026), Anisa Muyassaroh (meninggal pada 18 Juni 2026), Novia Rahmadhani Sihotang (meninggal pada 22 Juni 2026), Muhammad Rifki Renaldi Gunawan (meninggal pada 26 Juni 2026), dan Nola Dya Sari (meninggal pada 26 Juni 2026).
Karena itu, dalam perjalanannya, pendidikan yang semula bernama latihan dasar kemiliteran atau latsarmil dievaluasi dan diubah menjadi latihan pembekalan bela negara dan manajerial. Namun, durasi pelatihan tetap sama. Yakni berlangsung selama 1,5 bulan.