JawaPos.com - Belakangan ramai di media sosial (medsos) informasi terkait dengan ajudan mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah tewas ditembak. Polda Metro Jaya memastikan informasi tersebut hoax.
Beberapa akun tampak menyebarkan informasi tersebut, salah satunya adalah pengelola akun @kementerian_kurangajar. Akun tersebut terpantau mengunggah informasi dengan narasi penembakan terhadap ajudan mantan pejabat tinggi Kejagung tersebut.
”INFO A77, SETELAH PENJAGA RUMAHNYA FEBRIE TEWAS SECARA MISTERIUS. KONON AJUDANNYA FEBRIE DIDUGA TEWAS DITEMBAK OLEH ORANG MISTERIUS SAMPAI SEKARANG BELUM DITEMUKAN JASADNYA HILANG BEGITU AJA,” bunyi unggahan tersebut dikutip pada Selasa (28/7).
Atas informasi tersebut, Polda Metro Jaya memastikan bahwa tidak terjadi penembakan terhadap ajudan mantan jampidsus Kejagung. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polres Metro Jaksel.
”Sejauh ini kami sudah mengkonfirmasi dengan Kasat Reskrim Jakarta Selatan itu adalah hoax,” ungkap Budi.
Polda Metro Jaya Masih Dalami Berbagai Informasi Mengenai Kematian Sutrimo
Lain hal dengan kematian seorang pria bernama Sutrimo di Klinik Kecantikan Mordent, Jaksel. Polda Metro Jaya masih mendalami peristiwa tersebut. Langkah itu diambil setelah polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Minggu (26/7).
Menurut Kombes Budi, pihaknya mengumpulkan setiap informasi. Termasuk yang diperoleh awak media. Tujuannya memastikan benar atau tidak Sutrimo tewas secara tidak wajar pada Kamis pekan lalu (23/7).
”Polda Metro Jaya mendapatkan informasi ini dari teman-teman media, dari informasi media online atau pun media sosial, termasuk media TV yang menyampaikan adanya dugaan atau pun berita meninggalnya seseorang yang dianggap tidak wajar,” kata dia pada Senin (27/7).
Untuk itu, meski tidak ada laporan kepolisian, Polda Metro Jaya turun tangan. Mengingat lokasi temuan jenazah Sutrimo berada di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Budi berjanji, hasil pendalaman petugas kepolisian akan disampaikan kepada publik.
”Polda Metro Jaya pasti akan mendalami informasi sekecil apa pun, apalagi terkait tentang hilangnya nyawa seseorang. Apakah itu wajar atau tidak wajar, masih didalami. Pasti nanti kami akan sampaikan kepada teman-teman sekalian update terkini,” jelasnya.
Meski jarak antara temuan jenazah korban dengan munculnya informasi di ruang publik sudah selang beberapa hari, Polda Metro Jaya menghaturkan terima kasih. Menurut Budi, pihaknya mendapatkan informasi pertama kali dari media massa dan media sosial.
Polisi Belum Sampaikan Hasil Olah TKP
Sejauh ini, Budi belum bisa menyampaikan hasil olah TKP yang sudah dilakukan petugas kepolisian. Menurut dia, polisi butuh waktu untuk mengurut dan mencari tahun peristiwa yang sebenarnya terjadi. Sehingga kesimpulan akhir belum bisa disampaikan.
”Masih didalami, makanya nanti kita melihat, karena selama ini beberapa waktu dari hari kemarin kami mendapatkan postingan-postingan foto, dokumen, itu kan harus ada pendalaman. Kami juga memberi ruang kepada keluarga korban yang masih dalam kondisi berduka,” ujarnya.
Sebagai aparat penegak hukum, Polda Metro Jaya memberikan ruang sebesar-besarnya kepada keluarga korban. Jika memang pihak keluarga merasa ada yang janggal, mereka diimbau segera melapor agar proses hukum dapat dilakukan lebih cepat.
”Apabila memang keluarga korban merasa ada kejanggalan terhadap meninggalnya saudara S, ini bisa membuat laporan kepada Polda Metro Jaya. Dan itu (nanti) lebih projustisianya lebih tepat, lebih enak untuk kami melakukan pendalaman,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, jenazah Sutrimo ditemukan dan dievakuasi ke rumah sakit dalam keadaan mulut dan hidung berbusa. Tersiar kabar pula bahwa Sutrimo adalah salah seorang pekerja eks Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Febrie Adriansyah.