JawaPos.com - Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan aparat setempat untuk mengidentifikasi kematian dokter PPDS Anestesiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, dr. Adrian Rantung. Almarhum diduga menjadi korban perundungan saat bertugas di RS Prof. Dr. R.D. Kandou Manado.
"Kita udah kirim tim ke sana untuk melakukan audit nanti bekerja sama dengan temen temen kapolda di sana," ujar Budi di kantor Kemenkes, Rabu (8/7).
Ia tak membeberkan lebih lanjut terkait temuan sementara hasil dari investigasi dugaan perundungan terhadap dr. Adrian.
"Masih dalam proses," singkatnya.
Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman memastikan bahwa kasus dugaan kematian dr. Adrian karena perundungan ini tengah diinvestigasi secara menyeluruh oleh tim gabungan.
"Kasus ini masih dalam proses investigasi oleh tim gabungan Kemenkes, Konsil Kedokteran Indonesia, Kolegium Anestesi, dan Kemendiktisaintek," ujarnya kepada wartawan, Selasa (7/7).
Ia menjelaskan, selama proses investigasi berlangsung, kegiatan pendidikan Program Studi Anestesiologi di RSUP Kandou dihentikan sementara. Namun, penghentian tersebut hanya berlaku untuk aktivitas pendidikan di rumah sakit, bukan penghentian program studi secara keseluruhan.
Ia menjelaskan, selama proses investigasi berlangsung, kegiatan pendidikan Program Studi Anestesiologi di RSUP Kandou dihentikan sementara. Namun, penghentian tersebut hanya berlaku untuk aktivitas pendidikan di rumah sakit, bukan penghentian program studi secara keseluruhan.
"Sementara investigasi berjalan, kegiatan pendidikan Prodi Anestesi di RS Kandou dihentikan sementara. Yang dihentikan hanya kegiatan pendidikannya, bukan prodinya," jelas Aji.
Menurutnya, aktivitas peserta PPDS Anestesiologi di RSUP Kandou akan kembali dibuka setelah tim investigasi menyelesaikan pemeriksaan dan mengeluarkan hasil resmi.
"Aktivitas PPDS di RS Kandou akan dibuka kembali setelah ada hasil investigasi tim terhadap kasus tersebut," tambahnya.