JawaPos.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II di Provinsi Riau pada Selasa (7/7). Peresmian tersebut menjadi bagian dari implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto agar Polri tidak hanya berperan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berkontribusi melalui pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Kapolri mengapresiasi jajaran Polda Riau yang telah merealisasikan program tersebut. Dengan tambahan 80 jembatan yang diresmikan, jumlah Jembatan Merah Putih Presisi yang telah dibangun di Riau kini mencapai 110 unit.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda Riau beserta seluruh jajaran yang telah bekerja keras melaksanakan arahan dan tugas dari Bapak Presiden. Hari ini kita meresmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II. Dengan tambahan ini, total jembatan yang telah dibangun Polda Riau mencapai 110 unit,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit.
Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar sarana penghubung antardaerah. Infrastruktur itu diharapkan membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup.
Ia menjelaskan, pembangunan jembatan akan mempermudah anak-anak menuju sekolah, memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, serta memperlancar distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan berbagai aktivitas ekonomi.
“Dengan konektivitas yang semakin baik, anak-anak lebih mudah bersekolah, masyarakat lebih mudah mengakses pelayanan publik, dan aktivitas ekonomi dapat tumbuh sehingga kesejahteraan masyarakat juga meningkat,” ujarnya.
Jenderal bintang empat itu juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat kolaborasi dalam pembangunan nasional. Menurutnya, semangat gotong royong yang melandasi Program Jembatan Merah Putih Presisi merupakan modal penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
“Mari kita bersama-sama menjaga semangat kebersamaan ini agar harapan masyarakat, harapan bangsa, dan cita-cita menuju Indonesia Emas 2045 dapat kita wujudkan bersama,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan bahwa pembangunan 80 Jembatan Merah Putih Presisi tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Program tersebut juga menjadi upaya memperkuat konektivitas sosial, memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan publik, serta mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi.
Ia mengatakan berbagai hasil kajian menunjukkan bahwa kemajuan suatu daerah dipengaruhi oleh kualitas konektivitas, tingginya kepercayaan sosial, dan kemampuan masyarakat membangun kerja sama secara kolektif.
"Karena itu, pembangunan infrastruktur menjadi fondasi penting bagi tumbuhnya kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," tuturnya.
Herry menilai, kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang dijalankan melalui Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menghadirkan perspektif baru dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Menurutnya, Polri kini tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga menjadi bagian dari solusi berbagai persoalan masyarakat dengan memperkuat kohesi sosial, membangun modal sosial, serta menghadirkan pengabdian yang nyata.
Ia menambahkan, nilai-nilai tersebut menjadi landasan Polda Riau dalam membangun 80 Jembatan Merah Putih Presisi yang dipersembahkan sebagai kado Hari Bhayangkara ke-80 bagi masyarakat Provinsi Riau.
Lebih lanjut, Herry juga menyampaikan apresiasi kepada Plt Gubernur Riau, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, pemerintah kabupaten dan kota, kalangan dunia usaha, para relawan, serta masyarakat yang turut bergotong royong mendukung pembangunan jembatan.
“Semoga seluruh kebaikan yang telah kita lakukan bersama menjadi manfaat yang terus dirasakan masyarakat hari ini dan menjadi warisan bagi anak cucu kita di masa yang akan datang,” pungkasnya.