← Beranda
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Ryandi ZahdomoKamis, 2 Juli 2026 | 20.03 WIB
Ilustrasi pesawat perintis di Papua. (Freepik)

JawaPos.com - Sebuah insiden menimpa penerbangan perintis di wilayah Papua Pegunungan. Pesawat milik PT AMA dengan nomor registrasi PK-RCY dilaporkan hilang kontak sesaat setelah mendarat di Lapangan Terbang (Lapter) Balinggama, Kabupaten Jayawijaya, Kamis (2/7) pagi. Tragis, sang pilot ditemukan meninggal dunia setelah komunikasi terputus.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kini bergerak cepat mengusut kejadian ini. Pihaknya telah menerima laporan awal dari Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Wamena terkait kronologi penerbangan maut tersebut.

Kronologi Penerbangan PK-RCY: Cuaca Dilaporkan Cerah
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, menjelaskan bahwa pesawat perintis ini awalnya lepas landas dari Bandara Wamena pada pukul 06.30 WIT. Burung besi ini mengangkut satu orang pilot dan tujuh orang penumpang menuju Lapter Balinggama.

Berdasarkan data manifest, penerbangan sedianya berjalan lancar. Pesawat bahkan berhasil menyentuh landasan mendarat dengan sempurna di Lapter Balinggama pada pukul 06.46 WIT.

Sebelum terbang, otoritas memastikan bahwa prakiraan cuaca di sepanjang rute penerbangan dalam kondisi baik. Selain itu, tidak ada indikasi awal yang menunjukkan adanya gangguan keamanan di area sekitar lapter tujuan.

"Tidak diperoleh adanya informasi terkait kondisi keamanan di area sekitar lapter tersebut yang menunjukkan adanya situasi keamanan yang tidak kondusif," ujarnya, Kamis (2/7).

Komunikasi Terputus Setelah Mendarat
Namun, situasi berubah drastis setelah roda pesawat menyentuh landasan. Misteri dimulai ketika sang pilot memberikan laporan akhir bahwa pesawat telah mendarat dengan aman.

Sesaat setelah laporan itu diterima, komunikasi antara pos area di lapangan terbang dan pesawat justru terputus total. Bersamaan dengan hilangnya kontak tersebut, kabar duka langsung menyelimuti dunia penerbangan sipil Papua.

Pilot pesawat atas nama Nicholas F. Goselin dilaporkan meninggal dunia di lokasi. Hingga saat ini, otoritas terkait belum bisa memastikan penyebab pasti meninggalnya sang pilot penerbang perintis tersebut.

Kemenhub Gandeng Aparat Selidiki Penyebab Insiden
Lukman menegaskan, pemerintah tidak tinggal diam dan langsung menerjunkan tim untuk memverifikasi fakta-fakta di lapangan.

"Dugaan penyebab kejadian tersebut masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari aparat berwenang," ujar Lukman dalam keterangan resminya.

Saat ini, PT AMA bersama UPBU Kelas I Wamena sedang melakukan pendalaman intensif untuk menyusun kronologi utuh kejadian. Kemenhub juga menyampaikan rasa duka yang mendalam atas gugurnya sang pilot dalam tugas.

Baca Juga: Usai Hilang Kontak, Serpihan Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Puncak Gunung Bulusaraung

"Kami akan terus berkoordinasi dengan operator penerbangan, aparat keamanan, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan terkait guna memperoleh informasi yang akurat serta memastikan langkah-langkah penanganan dilakukan sesuai ketentuan," imbuh Lukman.

EDITOR: Kuswandi