JawaPos.com - Kementerian Pertahanan (Kemhan) telah merevisi latihan dasar militer (latsarmil) calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih (KMNP). Rencana mengukuhkan puluhan ribu peserta menjadi Komponen Cadangan (Komcad) usai pelatihan, urung dilakukan.
”Kami sudah merevisi program (latsarmil) ini, yang semula mereka juga akan menjadi Komponen Cadangan, kami sudah tetapkan bahwa mereka hanya diberikan pembinaan pendidikan pelatihan bela negara,” kata Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan Taufanto pada Rabu (1/7).
Dengan revisi tersebut, pendidikan bela negara menjadi fokus selama masa pelatihan. Sementara materi terkait dengan penggunaan senjata dan taktik militer tidak lagi diberikan kepada para peserta. Menurut Donny itu yang membedakan pendidikan Komcad dengan bela negara.
”Jadi mereka hanya diberikan pelajaran terkait dengan nasionalisme, terkait dengan patriotisme, terkait dengan disiplin. Jadi, seperti mengikuti jadwal harian itu juga melatih disiplin waktu mereka juga,” kata dia.
Baca Juga: Operasional Haji 2026 Resmi Berakhir, Menhaj RI Ungkap 376 Jemaah Wafat di Tanah Suci
Evaluasi tersebut dilakukan setelah 5 orang peserta meninggal dunia pada pekan lalu. Para peserta meninggal dunia karena berbagai penyebab. Namun, bila ditarik kesimpulan, para peserta meninggal karena kondisi kesehatan menurun dan penyakit bawaan.
Kini, Donny menekankan bahwa materi lain yang diberikan terkait dengan kepemimpinan, kebersamaan, dan bekal agar mereka bisa mengelola Kopdes Merah Putih maupun KMNP dengan baik. Perubahan lain ada pada durasi pendidikan.
”Dari segi waktu juga berkurang juga yang tadinya Komponen Cadangan selama satu bulan, ini bela negara juga kami perpendek menjadi 2 minggu,” imbuhnya.
Sementara sisa waktu satu bulan difokuskan pada pendidikan dan pelatihan manajerial. Khusus calon manajer Kopdes Merah Putih, mereka lebih banyak mendapat modul tentang koperasi. Sementara KMNP mendapat modul tentang kampung nelayan.
”Tentunya yang memberikan materi adalah dari kementerian masing-masing, dari Kementerian Koperasi sudah menyiapkan modul-modulnya demikian juga yang dari KKP juga sudah menyiapkan modul-modul pembelajaran,” jelasnya.
Meski begitu, lokasi pendidikan tetap di 67 satuan pendidikan (satdik) TNI yang tersebar di berbagai daerah. Termasuk di Jakarta, Sumatera, dan Kalimantan. Tidak hanya itu, Kemhan juga sudah membentuk tim investigasi untuk mendalami peristiwa meninggalnya 5 peserta beberapa waktu lalu.
”Kami sudah membentuk tim investigasi. Ini adalah gabungan antara Kementerian Pertahanan dan Kementerian Kesehatan. Kami sudah bentuk dan kami nanti akan menindaklanjuti untuk melihat atau mencari data-data tambahan kenapa kok bisa hal ini terjadi,” imbuhnya.