← Beranda
Di Hadapan Prabowo, Kapolri Beber Pengungkapan Kasus Migas Senilai Rp 756 Miliar
Syahrul YunizarRabu, 1 Juli 2026 | 22.56 WIB
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menganugerahkan Medali Loka Praja Samrakshana kepada Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (1/7). (Tangkapan Layar YouTube Setpres)

JawaPos.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membeber hasil pengungkapan kasus minyak dan gas (migas) langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. 

Dari kasus tersebut, polisi berhasil menyelamatkan potensi kerugian keuangan negara dengan nilai mencapai Rp 756 miliar.

Data tersebut disampaikan Sigit di selaperingatan Hari Bhayangkara ke-80 di Satuan Latihan (Satlat) Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat (Jabar) pada Rabu (1/7).

Sigit menyebut, uang sebanyak itu diselamatkan dalam kasus yang ditangani sejak Januari-Juni 2026.

Baca Juga: Hari Bhayangkara, Prabowo Ingatkan Hukum Tak Boleh Jadi Alat Balas Dendam Politik

Sigit menegaskan bahwa penegakan hukum pada sektor energi terus diperkuat oleh Korps Bhayangkara.

Sejak awal sampai pertengahan tahun ini, Polri sudah menangani 464 kasus pidana sektor energi dan menetapkan 594 orang sebagai tersangka.

”Estimasi penyelamatan kerugian keuangan negara lebih dari Rp 756 miliar,” ungkap dia.

Dari pengungkapan kasus tersebut, penyidik mengamankan barang bukti dalam jumlah besar.

Yakni 669 ribu liter solar, 80 ribu liter Pertalite, serta 30 ribu tabung LPG berbagai ukuran.

Baca Juga: Momen Presiden Prabowo Sapa Jokowi di Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80

Salah satu kasus paling menonjol adalah pengungkapan penyalahgunaan 120 ribu liter bio solar bersubsidi.

Untuk mengungkap kasus tersebut, polisi menyita berbagai sarana yang digunakan untuk mengangkut bahan bakar bersubsidi itu.

Mulai dari kapal sampai kendaraan angkut. Termasuk diantaranya 1 unit kapal tanker yang digunakan oleh para pelaku tindak kejahatan.

”Kasus menonjol yang berhasil kami ungkap yaitu penyalahgunaan pengangkutan 120.000 liter bio solar bersubsidi dengan barang bukti berupa 1 kapal tanker, 2 unit kapal SPOB, dan 7 truk transporter,” jelasnya.

Tidak berhenti sampai di situ, Sigit menyampaikan bahwa Polri terus mendukung agenda swasembada energi lewat efisiensi penggunaan energi di lingkungan internal.

Baca Juga: Profil Irjen Suhendri, Jenderal Bintang 2 Polri Komandan Upacara Hari Bhayangkara ke-80

Salah satunya dengan memanfaatkan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai sumber energi untuk operasional 50 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

”Polri berkontribusi melalui penghematan penggunaan energi di lingkungan kantor, pemanfaatan CNG pada 50 SPPG,” ucap Sigit.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto kembali memuji dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri.

Dia menyampaikan bahwa fasilitas-fasilitas penunjang program MBG yang dihadirkan oleh Korps Bhayangkara adalah yang terbaik dan sudah diakui lembaga dunia.

”Saya tidak ragu-ragu sampaikan di sini, dapur-dapur yang dibangun oleh Polri adalah dapur-dapur yang terbaik. Dan ini bukan kata saya, banyak pengamat, banyak peninjau dari lembaga-lembaga dunia yang datang ke Indonesia melihat dapur-dapur tersebut dan diantaranya sebagian besar yang dilihat dapur-dapur dari Polri,” terang dia.

Baca Juga: Kolone Senjata Bentuk Logo 80 Tahun Polri Warnai Upacara Hari Bhayangkara Ke-80

Sejauh ini, Polri sudah membangun lebih dari 1.000 SPPG di seluruh Indonesia. Termasuk di daerah-daerah pelosok.

Menurut Prabowo, Polri hadir di desa-desa, di perbatasan, dan turut serta secara aktif melaksanakan program ketahanan pangan nasional, khususnya pada bidang produksi jagung.

”Saya melihat sendiri Polri membangun gudang-gudang pangan yang sangat dibutuhkan, gudang-gudang dengan kualitas yang sangat baik,” imbuhnya.

 

EDITOR: Bayu Putra