← Beranda
Mengintip Sespimti Polri Dikreg ke-35, Calon Jenderal Diasah dengan Kepemimpinan Digital dan Empati Sosial
Dhimas GinanjarJumat, 26 Juni 2026 | 00.13 WIB
Peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Dikreg ke-35 Tahun Anggaran 2026. (Mabes Polri)

JawaPos.com - Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Dikreg ke-35 Tahun Anggaran 2026 membekali para peserta didik dengan konsep kepemimpinan digital berbasis data. Program pendidikan ini dirancang untuk menyiapkan calon pemimpin Polri yang mampu menjawab tantangan keamanan di era transformasi digital.

Pola pembelajaran tersebut menjadi bagian dari upaya Polri mencetak calon jenderal yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Selain memiliki kemampuan kepemimpinan strategis, para peserta juga didorong menguasai pemanfaatan data dalam pengambilan keputusan.

Pendidikan di Sespimti tidak hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas individu. Kurikulum juga diarahkan untuk mendukung terciptanya stabilitas keamanan dalam negeri sekaligus memperkuat ketahanan pangan, energi, dan ekonomi nasional yang inklusif.

Pendekatan tersebut diperkuat melalui Seminar Sekolah yang digelar di Gedung Oetaryo Sespimti Lemdiklat Polri, Lembang, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu forum untuk menguji sekaligus memperdalam pemikiran strategis para peserta didik.

Sespimti Polri Dikreg ke-35 yang resmi dimulai sejak 20 Januari 2026 mengusung motto “CERDAS”. Akronim tersebut merupakan singkatan dari Cekatan, Etis, Responsif, Dedikatif, Akuntabel, dan Strategis sebagai karakter yang diharapkan melekat pada setiap lulusan.

Sebanyak 57 peserta mengikuti pendidikan tersebut. Mereka terdiri atas 47 personel Polri, delapan personel TNI, satu perwakilan Kejaksaan Agung, dan satu perwakilan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Selain memperoleh materi kepemimpinan tingkat tinggi, para peserta juga dituntut memiliki kepekaan sosial yang kuat. Karena itu, berbagai kegiatan kemanusiaan menjadi bagian dari proses pembelajaran selama mengikuti pendidikan.

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah program bedah rumah di Kampung Sukamaju Barat, Desa Kayu Ambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Program tersebut diprakarsai langsung oleh para peserta didik sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Rumah milik pasangan lansia, Lili (73) dan Sumarsih (63), yang sebelumnya terbuat dari bilik bambu direnovasi menjadi hunian permanen berukuran 5 x 6 meter. Proses pembangunan diselesaikan hanya dalam waktu 13 hari melalui semangat gotong royong.

Para peserta juga menunjukkan kepedulian saat terjadi bencana tanah longsor di Cisarua, Desa Pasirlangu, pada Senin (26/1/2026). Mereka turun langsung menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak di lokasi pengungsian.

Bantuan yang diberikan meliputi beras, susu, mi instan, kasur lipat, hingga selimut untuk para pengungsi. Aksi tersebut menjadi bagian dari pembelajaran tentang kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada strategi, tetapi juga empati terhadap masyarakat.

“Harapannya ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita, terutama para pengungsi yang masih bertahan di lokasi. Kami juga menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,” ujar Ketua Senat Sespimti Dikreg ke-35 Kombes Yudhis Wibisana.

Penguatan wawasan kepemimpinan juga dilakukan melalui Dialog Kebangsaan yang digelar di Bandung Barat pada 6 Mei 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Purwadi Arianto.

Dalam dialog tersebut dibahas pentingnya digitalisasi pelayanan publik di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Meski teknologi terus berkembang, Purwadi menekankan bahwa kepemimpinan tetap membutuhkan sentuhan manusia.

“Pemimpin tidak bisa di-digitalisasi.”

Selain pembelajaran di dalam negeri, para peserta juga mengikuti Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) yang menitikberatkan pada kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan nasional. Program ini mengangkat tema pembangunan pendidikan berbasis moral dan literasi.

Sespimti Dikreg ke-35 juga memberikan pengalaman internasional melalui Praktik Kerja Luar Negeri (PKLN). Pada 20 Mei 2026, delegasi peserta melakukan kunjungan ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Shanghai, Tiongkok.

Di Shanghai, para peserta mempelajari secara langsung penerapan konsep smart city dan smart policing yang telah berkembang pesat. Mereka mengunjungi Shanghai Police College serta Yangpu Branch Public Security Bureau untuk mendalami penggunaan kecerdasan buatan, big data, dan cloud computing dalam sistem keamanan publik.

Pengalaman tersebut menjadi referensi bagi pengembangan sistem command center dan analisis kejahatan berbasis teknologi di Indonesia. Selain itu, kunjungan tersebut juga membuka peluang penguatan kerja sama di bidang teknologi keamanan.

Sebagai penutup seluruh rangkaian pendidikan, Sespim Lemdiklat Polri menyelenggarakan Leader Expo. Kegiatan ini menjadi ajang bagi para peserta mempresentasikan gagasan, inovasi, serta naskah akademik yang telah disusun selama mengikuti pendidikan.

Berbagai ide dan model kebijakan transformasional dipamerkan sekaligus diuji secara terbuka oleh para pembimbing dan penguji. Melalui forum tersebut, kemampuan berpikir strategis para peserta mendapat evaluasi sebelum mereka kembali menjalankan tugas di institusi masing-masing.

Kepala Sespim Lemdiklat Polri Irjen Pol Midi Siswoko menjelaskan Leader Expo menjadi sarana untuk memperlihatkan hasil pembelajaran para peserta kepada publik. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari penguatan budaya akademik di lingkungan Sespim Polri.

“Saya mengapresiasi kegiatan ini, semoga dapat menginspirasi para pihak agar ke depan Sespim Polri semakin maju dan profesional dalam mendukung pelaksanaan tugas Kepolisian di era digital,” jelas Midi.

Melalui kurikulum yang memadukan kepemimpinan berbasis data, pemanfaatan teknologi, pengalaman lapangan, serta penguatan empati sosial, Sespimti Polri Dikreg ke-35 diharapkan mampu melahirkan pemimpin yang adaptif, profesional, dan siap menghadapi tantangan keamanan di era digital.

EDITOR: Dhimas Ginanjar