← Beranda
Taufik Hidayat Ditangkap Polisi, Bagaimana Akhir Sayembara Berhadiah Rp 250 Juta yang Dijanjikan Gubernur Jabar KDM?
Syahrul YunizarKamis, 25 Juni 2026 | 05.25 WIB
Pelaku penyekapan di Bandung Taufik Hidayat. (Kalteng Pos/Facebook).

 

JawaPos.com - Gubenur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi sempat membuat sayembara berhadiah Rp 250 juta untuk warga yang bisa memberi informasi, menemukan, atau menangkap Taufik Hidayat, tersangka kasus penyekapan dan penyiksaan di Bandung. Lantas bagaimana akhir sayembara tersebut?

Kepada awak media, Dedi Mulyadi yang biasa dipanggil Kang Dedi itu menyampaikan bahwa sayembara tersebut hanya diperuntukan bagi warga. Bukan untuk pihak kepolisian. Namun, dia berjanji akan berkoordinasi dengan Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan.

”Sayembaranya kan diumumkan untuk warga yang menemukan pelaku. Karena polisi yang menemukan pelaku, nanti kita bicarakan lagi,” ucap dia pada Rabu (24/6).

Kang Dedi memastikan, uang Rp 250 juta yang disiapkan sebagai hadiah berasal dari kantong pribadi. Sehingga dia mengumumkan sayembara untuk meringkus Taufik Hidayat dengan segara. Saat sayembara diumumkan, pria 30 tahun itu masih dalam pelarian.

Atas perbuatannya kepada korban berinisial YTT, Dedi berharap Taufik Hidayat diberi sanksi yang sepadan. Sebab, korban penyekapan dan penyiksaan itu mengalami perlakuan sadis selama 3 tahun. Korban sampai kehilangan penglihatan karena disiksa oleh mantan kekasihnya itu.

”Kita serahkan kepada hakim (di pengadilan) nanti memutuskan dengan perbuatan yang dilakukan. Hukuman-hukuman yang paling berat dari pasal yang ada,” harapnya.

Diberitakan sebelumnya, Taufik Hidayat mengakui perbuatannya terhadap YTT. Namun, dia berdalih berada di bawah pengaruh minuman keras (miras) saat melakukan perbuatan keji tersebut. Meski begitu, polisi terus melakukan pendalaman untuk memastikan korban mendapatkan keadilan.

Kapolda Jawa Barat (Jabar) Irjen Rudi Setiawan menyampaikan hal itu usai anak buahnya menangkap Taufik Hidayat di Perumahan Griya Pesona, Kecamatan Ciparay, Bandung pada Selasa malam (23/6). Dia kini sudah dijebloskan ke dalam sel tahanan khusus.

”Semua yang dia lakukan dia mengakui dan dia tadi sempat menyatakan bahwa dia juga menyesal. Karena dilakukan di bawah kesadarannya akibat konsumsi alkohol tadi itu,” ucap Rudi kepada awak media.

Menurut jenderal bintang dua Polri tersebut, Taufik Hidayat setiap hari mengkonsumsi alkohol. Bahkan saat ditangkap kemarin malam, dia baru saja menenggak intisari. Kebiasaan itu pula yang diduga membuat pria berusia 30 tahun tersebut menjadi tempramen.

”Setiap hari ini konsumsi alkohol, selalu berdebat dengan (pasangannya), bercekcok dengan kekasihnya, dan terjadilah penganiayaan seperti itu,” jelasnya.

Taufik Hidayat diringkus oleh petugas kepolisian dalam keadaan sehat dan sadar. Dia diproses hukum atas dugaan pelanggaran Pasal 466 dan Pasal 446 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Akibat perbuatannya, korban mengalami sejumlah luka berat, bahkan sampai buta permanen.

Dedi ikut geram dan marah atas perbuatan Taufik Hidayat. Pria berusia 30 tahun itu telah menyekap dan menyiksa perempuan berinisial YTT sejak 3 tahun lalu. Dia ingin, pelaku segera ditemukan. Untuk itu, Dedi Mulyadi membuat sayembara dengan hadiah Rp 250 juta.

Hadiah tersebut akan diberikan oleh Dedi kepada warga di seluruh Indonesia yang bisa menemukan, melaporkan keberadaan, atau menangkap Taufik Hidayat. Bukan tidak percaya kepada pihak kepolisian, dia menggelar Sayembara tersebut sebagai ikhtiar untuk mempercepat pencarian laki-laki yang kini sudah menjadi tersangka itu.

”Siapa yang bisa menemukan Taufik Hidayat, menyerahkannya kepada aparat, atau menginformasikan kepada aparat keberadaannya, saya memberikan hadiah Rp 250 juta sebagai bentuk partisipasi saya, agar Taufik Hidayat segera ditemukan dan segera ditangkap,” kata dia dikutip dari akun media sosial resminya.

Menurut Dedi, perbuatan Taufik Hidayat kepada korban sangat biadab. Sebab, kini YTT mengalami cacat permanen. Kedua matanya dipastikan buta. Selain itu, bibirnya sobek atau sumbing akibat serangan menggunakan benda tajam. Sekujur tubuhnya juga rusak akibat penyiksaan yang dilakukan.

”Seluruh tubuhnya melepuh dan rusak, saya sangat marah dengan laki-laki seperti ini yang bernama Taufik Hidayat, yang sekarang menjadi buronan, dan saya meyakini bahwa tim Polda Jabar akan mampu dengan cepat menangkapnya,” ujarnya.

EDITOR: Estu Suryowati