JawaPos.com - Kegaduhan di media sosial (medsos) atas peristiwa yang terjadi dalam helatan Jogja Marathon berujung ucapan permohonan maaf dari marshal dan ajudan Korem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono. Usai sama-sama memohon maaf, keduanya saling berpelukan.
Berdasar rekaman video yang dikutip dari unggahan akun @pandangjogja, kedua pria yang sempat berdebat dalam helatan Jogja Marathon bergantian menyampaikan permohonan maaf. Ajudan Brigjen Yuniar yang lebih dulu meminta maaf.
”Saya ingin menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian saya saat mengikuti lari dengan menggunakan jersey namun tidak menggunakan BIB (nomor peserta). Saya menyadari bahwa tindakan tersebut merupakan kesalahan dan tidak sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya.
Atas kesalahan tersebut, dia mengaku memohon maaf kepada semua pihak. Mulai penyelenggara Jogja Marathon, seluruh petugas dan relawan event tersebut, serta para peserta yang terdampak oleh kejadian di jalur pelari. Dia menyatakan bahwa semua kesalahan menjadi tanggung jawabnya.
”Saya bertanggung jawab penuh atas kekeliruan tersebut dan menjadikannya sebagai pembelajaran ke depan. Terima kasih atas kritik dan masukan yang diberikan,” kata dia.
Sementara itu, marshal yang bertugas menyampaikan permohonan maaf karena dirinya merasa telah bertindak berlebihan. Meski banyak dipuji oleh warganet atas tindakan tegas sesuai ketentuan dalam event marathon, dia tetap meminta dibukakan pintu maaf.
”Saya juga memohon maaf atas tindakan saya yang berlebihan dan saya juga menganggap masalah ini telah selesai,” ujarnya.
Atas viralnya perseteruan antara Brigjen Yuniar dengan marshal Jogja Marathon, TNI AD buka suara. Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menyampaikan bahwa peristiwa itu hanya kesalahpahaman yang terjadi di lapangan antara ajudan Brigjen Yuniar dengan marshal.
”Berdasarkan penjelasan yang diperoleh, ajudan yang mendampingi Danrem juga mengikuti kegiatan sejak awal dengan menggunakan nomor peserta (BIB). Namun dalam pelaksanaannya diduga nomor peserta tersebut terlepas saat berada di lintasan yang cukup padat sehingga menimbulkan kesalahpahaman saat pemeriksaan oleh petugas,” terang dia kepada awak media pada Senin (22/6).
Menurut Donny, Brigjen Yuniar tidak sendiri menghadiri event tersebut. Dia turut serta bersama istri, anak, dan ajudannya. Seluruhnya mengikuti kegiatan tersebut sebagai peserta menggunakan empat tiket umum dan telah terdaftar secara resmi seperti peserta lain.
TNI AD memastikan, setelah kejadian tersebut, pihak penyelenggara, event organizer, dan Brigjen Yanuar telah melakukan komunikasi serta klarifikasi secara langsung. Semua pihak memahami bahwa kejadian tersebut murni merupakan persoalan teknis di lapangan dan telah diselesaikan dengan baik.
”Kami mengapresiasi profesionalisme panitia dan petugas yang menjalankan tugas sesuai prosedur untuk menjaga ketertiban kegiatan, sekaligus menghargai langkah cepat penyelenggara dalam melakukan klarifikasi sehingga tidak terjadi kesalahpahaman yang berkepanjangan di ruang publik,” jelasnya.
Donny pun memastikan bahwa hubungan antara Korem 072/Pamungkas dan penyelenggara kegiatan tetap berjalan dengan baik. Karena itu, pihaknya berharap masyarakat melihat peristiwa tersebut secara proporsional dan tidak mengaitkannya dengan hal-hal lain yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan.