← Beranda
Pelajar Batam Turut Serta Pawai MBG, Disdik: Ini Keterlibatan Wajar
Nanda PrayogaSelasa, 23 Juni 2026 | 06.57 WIB
Suasana pawai dukungan terhadap MBG di Batam, Kepulauan Riau pada Minggu (21/6). (X: @LambeSahamjja)

 

 

JawaPos.com - Sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan guru tampak ikut serta dalam pawai dukungan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batam, Kepulauan Riau, pada Minggu (21/6).

Beredar anggapan bahwa aksi tersebut termasuk pada langkah mobilisasi massa. Terlebih, anak-anak tampak ikut serta dalam pawai yang disebut-sebut berkedok demonstrasi ini.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan membantah langkah tersebut merupakan bentuk mobilisasi siswa. Dia menegaskan, kegiatan tersebut digelar setelah pihaknya menerima keluhan dari orang tua terkait penghentian sementara program MBG.

"Kami menerima keluhan dari orangtua siswa beberapa hari lalu karena MBG dihentikan sementara. Dalam kesempatan ini kami melaksanakan pawai sebagai bentuk dukungan agar tata kelola yang dianggap bermasalah dapat diperbaiki," kata Hendri saat di lokasi pawai, dikutip Senin (22/6).

Tak hanya itu, Hendri juga menepis adanya dugaan instruksi dari pihak tertentu untuk memobilisasi massa. Dia menegaskan bahwa Disdik hanya memfasilitasi penyampaian aspirasi.

"Tidak ada instruksi dari pihak lain. Ini dalam rangka menindaklanjuti keluhan orangtua. Hari ini yang ikut sekitar 100 sekolah tingkat SD dan SMP. Ada juga dari pihak SPPG. Tidak ada kewajiban dari Disdik. Kami hanya menawarkan apabila ingin melaksanakan pawai. Informasi disampaikan kepada para guru setelah kami menerima berbagai masukan terkait penghentian MBG," ujarnya.

Selain itu, dia menjelaskan bahwa DPRD Batam dipilih sebagai tujuan pawai demi aspirasi dari satuan pendidikan bisa didengar oleh pemangku kebijakan. Perihal keterlibatan anak-anak, dia menegaskan bahwa hal tersebut wajar karena mereka terlibat langsung sebagai penerima manfaat langsung program MBG.

"Pelajar ikut karena mereka penerima manfaatnya. MBG sangat dibutuhkan. Kalau anak-anak ikut, kami persilakan dengan catatan tetap dijaga dan diawasi dengan baik," tukas Hendri.

Di sisi lain, pawai ini sendiri viral di media sosial dan salah satunya diunggah oleh akun X @boxxtoc. Bahkan, tak sedikit yang menyebutkan bahwa pengerahan anak-anak hingga guru ini sebagai aksi demonstrasi berkedok pawai.

“Demo berkedok pawai pakai anak SD, ini trik yang selalu bikin orang gerah. Anak kecil disuruh ikut urusan politik orang dewasa. Lo liat di video penjelasan Kadisdiknya, dia keliatan sadar salah atau tetep defend?,” tukas @BukanInspira***.

Sementara itu, terdapat pula netizen yang mengungkapkan bahwa langkah ini sendiri termasuk pada kegilaan negara lantaran takut programnya terhenti sehingga anak-anak harus ikut dikerahkan.

“Ada gila-gilanya negara nih yaaa sebegitu takut kah programnya tamat sampe anak kecil yg harusnya main kejar'an malah disuruh ikut demo ginian yg bahkan mereka tuh ga paham permasalahannya apa, yg waras deh pliss,” ungkap @minico****.

Bahkan, netizen lainnya menginginkan pihak yang mengerahkan untuk segera dituntut. Bahkan, dia menegaskan bahwa guru sejatinya lebih memilih anak-anak mendapatkan bantuan KIP dibanding MBG.

“Bisa gak, orang ini dituntut. Apa iya, para guru protes kenapa mbg nggak jalan lagi? Kayaknya kalau guru lebih pengen anak-anaknya dapat bantuan KIP. Bahkan kalau guru asli, banyak yg ngeluh karena waktu belajar terpotong,” jelas @hisahish***.

 

EDITOR: Estu Suryowati