← Beranda
Kemenhut Ubah Sistem Tiket di Seluruh Taman Nasional, Kini Gunakan E-Ticket dan Aplikasi Digital
Syahrul YunizarJumat, 5 Juni 2026 | 05.31 WIB
Menhut Raja Juli Antoni menjelaskan transformasi digital yang dilakukan oleh Kemenhut untuk meningkatkan layanan di seluruh taman nasional. (Kemenhut)

JawaPos.com - Sebagai bagian dari transformasi digital, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengubah sistem tiket seluruh taman nasional di Indonesia. Tiket karcis yang sebelumnya jadi andalan kini digantikan e-ticket yang dapat diakses melalui aplikasi bernama Ayo ke Taman Nasional.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antono meluncurkan aplikasi tersebut dalam pembukaan Indonesia Outdoor Festival pada Kamis (4/6). Lewat agenda yang dikenal sebagai lebarannya para pendaki Indonesia, dia memperkenalkan aplikasi tersebut.

Transformasi digital dilakukan oleh Kemenhut demi untuk memudahkan setiap orang yang ingin mengakses informasi dan layanan kunjungan ke seluruh taman nasional di Indonesia. Secara keseluruhan ada 57 taman nasional dan 143 taman wisata alam di Indonesia.

”Kunjungan ke taman nasional selalu naik tiap tahunnya. Ini menunjukkan tren yang menggembirakan, bahwa anak-anak kita tidak hanya suka ke mall, tidak hanya mager main handphone di kamar masing-masing, tetapi outdoor activity sudah menjadi aktivitas mainstream yang setiap tahunnya meningkat,” kata Raja Juli.

Terkait hal ini dia menyatakan bahwa Kemenhut berusaha meningkatkan layanan kepada masyarakat. Mereka ingin tanggung jawab memastikan kawasan konservasi memberikan pengalaman yang aman dan nyaman bener-benar terlaksana dengan baik.

Termasuk sistem tiket yang menjadi pintu masuk pertama sebelum pengunjung benar-benar datang ke taman nasional.

Saat pertama kali menduduki posisi menhut, Raja Juli kaget karena sistem penjualan tiket di sejumlah kawasan konservasi masih mengandalkan cara manual. Yakni dengan sistem sobek tiket atau bonggol.

”Satu setengah tahun lalu saya masuk ke Kementerian Kehutanan, sistem tiketnya masih sistem sobek. Saya merasa ini tidak efektif, tidak efisien, sekaligus tidak transparan dan akuntabel,” ucap dia.

Untuk itu, Raja Juli mendorong transformasi digital pada sistem tiket. Meski belum seluruhnya, saat ini 93 persen taman nasional sudah menerapkan sistem tiket elektronik atau e-ticket. Nantinya, seluruh taman nasional akan menggunakan sistem tiket yang sama.

”Masih ada beberapa tempat yang mengalami kendala internet dan listrik, tetapi kami mencari teknologi yang paling efisien, termasuk pemanfaatan solar panel, sehingga di tempat-tempat terpelosok sekalipun kami bisa menawarkan layanan e-ticketing yang lebih baik,” jelasnya.

Sistem tiket itu sudah terintegrasi dengan aplikasi Ayo ke Taman Nasional. Selain mendapat informasi, masyarakat bisa membeli tiket masuk taman nasional, dan mengakses berbagai layanan dalam satu platform tersebut. Setelah diluncurkan, aplikasi itu sudah bisa digunakan oleh masyarakat.

”Hari ini saya dengan senang hati me-launching aplikasi Ayo ke Taman Nasional, sebuah platform yang kami harapkan dapat memudahkan masyarakat membeli tiket dan mencari informasi dengan lebih cepat,” ujar Raja Juli.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra