JawaPos.com - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya merespons kritik mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Pati Djalal terkait intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Dalam klarifikasinya, Teddy bahkan menyinggung masa jabatan Dino sebagai Wamenlu yang menurutnya hanya berlangsung sekitar tiga bulan.
Teddy membuka tanggapannya dengan mengapresiasi kritik yang disampaikan Dino. Namun, ia sekaligus seolah menyelipkan sindiran mengenai rekam jejak diplomat senior tersebut.
“Terima kasih atas masukan yang telah diberikan. Sangat cermat dan terstruktur. Saya pikir beliau adalah diplomat hebat. Pernah menjadi Wakil Menteri Luar Negeri walau hanya diberi kesempatan sekitar 3 bulan,” ujarnya dalam keterangan video resmi, Senin (1/6).
Teddy Bantah Kritik soal Biaya dan Rombongan 'Gemuk'
Teddy menegaskan bahwa isu biaya perjalanan luar negeri Presiden Prabowo telah dijelaskan berulang kali. Menurutnya, seluruh kelebihan biaya di luar anggaran negara ditanggung secara pribadi oleh Presiden.
Ia juga membantah anggapan bahwa rombongan Presiden terlalu besar. Menurut Teddy, jumlah delegasi justru telah dipangkas lebih dari separuh dibanding periode sebelumnya.
“Kalau dulu sekali ke luar negeri bisa lebih dari 120 orang. Zaman Pak Dino seperti itu. Nah, zaman Presiden Prabowo jumlahnya antara 50 sampai 60 orang maksimal,” timpalnya.
Jadwal Diplomasi Dinilai Tak Bisa Dipatok Setahun Sebelumnya
Menanggapi kritik soal agenda luar negeri yang dinilai perlu direncanakan jauh hari, Teddy juga bahwa menilai dinamika global tidak memungkinkan seluruh jadwal ditetapkan satu tahun sebelumnya.
Menurut Teddy, situasi internasional berkembang sangat cepat sehingga kepala negara perlu memiliki fleksibilitas menentukan agenda sesuai kebutuhan nasional maupun perkembangan luar negeri.
“Perkembangan dunia global itu sangat dinamis hari per hari. Jadi ada jadwal tahunan dan ada jadwal yang mendesak sesuai kebutuhan dalam negeri dan luar negeri suatu negara,” ucapnya.
Diplomasi Prabowo Disebut Bukan Sekadar Seremonial
Teddy juga membela frekuensi perjalanan luar negeri Presiden Prabowo selama sekitar satu setengah tahun terakhir. Ia menilai langkah tersebut diperlukan karena Prabowo memimpin di tengah situasi global yang penuh konflik.
Ia mencontohkan konflik di Ukraina hingga kawasan Timur Tengah sebagai alasan pentingnya membangun kedekatan dengan para pemimpin dunia.
Menurut Teddy, diplomasi tidak dapat dipandang hanya sebagai kegiatan seremonial atau pencitraan semata.
“Kita harus panen hubungan yang baik. Bila suatu saat ada kondisi mendesak, kita bisa minta bantuan dan begitu pula sebaliknya,” katanya.
Karena itu, Teddy menilai anggapan bahwa kunjungan luar negeri Presiden hanya bersifat “gagah-gagahan” merupakan penilaian yang keliru.
Klaim Capaian Diplomasi Pemerintahan Prabowo
Dalam penjelasannya, Teddy kemudian memaparkan sejumlah capaian yang disebut sebagai hasil konkret diplomasi Presiden Prabowo.
Ia menyebut bergabungnya Indonesia ke BRICS, tercapainya tarif 0 persen dengan Uni Eropa, masuknya investasi sekitar Rp 2.430 triliun berdasarkan data BKPM, hingga tambahan investasi dari kunjungan ke Jepang dan Korea.
Selain itu, Teddy juga menyinggung penguatan alat pertahanan dari berbagai negara, penyelenggaraan ibadah haji yang disebut berjalan lancar, hingga keterlibatan Indonesia dalam isu Palestina melalui pengiriman bantuan logistik dan kapal rumah sakit.
Teddy juga mengklaim diplomasi pemerintah berhasil memulangkan warga negara Indonesia yang sempat diamankan Israel di laut bebas.
Teddy: Penentuan Pertemuan Antar Kepala Negara Hak Presiden
Di bagian akhir, Teddy menegaskan bahwa agenda pertemuan dengan kepala negara lain dalam berbagai forum internasional merupakan kewenangan Presiden dengan mempertimbangkan masukan Menteri Luar Negeri.
Menurutnya, hanya Presiden dan jajaran diplomasi yang memahami prioritas pertemuan, termasuk mana yang perlu dilakukan langsung, melalui telepon, maupun dipublikasikan ke publik.
“Ruang untuk setiap masukan tentu kita terima tapi jangan sampai kita mengaburkan fakta tentang semua hasil yang telah kita capai,” pungkasnya.