← Beranda
Kerja Sama BSSN-Asbanda Lindungi Bank Daerah dari Ancaman Siber
Syahrul YunizarJumat, 15 Mei 2026 | 22.21 WIB
Ilustrasi ancaman cyber di dunia Perbankan.

JawaPos.com - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) meneken kerja sama dengan Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda). Melalui kerja sama tersebut, BSSN kini memberikan jaminan perlindungan kepada seluruh bank daerah di seluruh Indonesia.

Penandatanganan kerja sama lewat nota kesepahaman itu dilakukan oleh Sekretaris Utama BSSN Soetedjo Joewono dan Ketua Umum Asbanda Agus H. Widodo.

Momen tersebut juga disaksikan secara langsung oleh Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi dan direksi dari berbagai Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Menurut Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi, perkembangan teknologi saat ini selalu diikuti dengan meningkatnya ancaman siber. Karena itu, aspek keamanan menjadi sangat penting dan harus terus diperkuat seiring dengan inovasi digital perbankan.

Menurut Nugroho kerja sama antara BSSN dengan Asbanda menjadi momentum penting dalam menghadapi tantangan transformasi digital di industri perbankan yang terus berkembang pesat. Apalagi bila melihat kompleksitas ancaman siber yang dihadapi oleh sektor keuangan nasional.

”Keamanan siber saat ini bukan lagi sekadar urusan teknis, melainkan telah menjadi pilar penting dalam mitigasi risiko bisnis,” kata dia dalam keterangan resmi pada Jumat (15/5).

Dalam keterangan yang sama, Nugroho menyatakan bahwa kerja sama tersebut terlaksanakan berkat komitmen kuat dari seluruh direksi BPD dalam mengawal implementasi keamanan siber. Mereka sama-sama sepakat untuk membangun ketahanan digital sektor perbankan.

Sementara itu, Ketua Umum Asbanda Agus H. Widodo mengungkapkan, industri perbankan saat ini tidak hanya soal layanan keuangan semata, melainkan juga tentang kecepatan teknologi, integritas data, dan kepercayaan digital masyarakat kepada perbankan.

Agus mengakui bahwa transformasi digital telah menjadi keniscayaan. Tidak terkecuali bagi BPD di seluruh Indonesia. Keniscayaan itu dibarengi dengan ancaman siber yang terus berkembang semakin cepat, kompleks, bahkan terorganisir. Karena itu, diperlukan perlindungan dari BSSN.

”Serangan siber bukan hanya berdampak pada sistem teknologi informasi, tetapi juga dapat memengaruhi kepercayaan publik, stabilitas operasional, reputasi institusi, bahkan stabilitas ekonomi daerah dan nasional. Karena itu, cyber security harus dipandang sebagai isu strategis nasional dan bagian penting dari ketahanan industri keuangan Indonesia,” bebernya.

Apalagi, BPD punya posisi strategis sebagai salah satu mitra pemerintah daerah. BPD juga terlibat aktif sebagai penggerak ekonomi masyarakat di daerah.

Lebih dari itu, BPD adalah pendukung UMKM dan penghubung layanan keuangan bagi jutaan masyarakat di seluruh Indonesia.

Untuk itu, Agus menyatakan, menjaga ketahanan siber BPD sama saja dengan menjaga keberlangsungan pelayanan publik dan aktivitas ekonomi daerah.

Lewat kerja sama dengan BSSN, Asbanda berharap terjalin sinergi yang kuat dalam membangun ekosistem layanan perbankan digital yang aman, andal, dan terpercaya.

”Menjaga keamanan siber pada akhirnya bukan hanya menjaga sistem teknologi, tetapi juga menjaga kepercayaan masyarakat dan masa depan industri keuangan Indonesia,” pungkasnya.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra