← Beranda
KAI Targetkan Penutupan 40 Perlintasan Liar sepanjang 2026
AntaraJumat, 15 Mei 2026 | 03.31 WIB
Sebuah angkot tertabrak Kereta Rel Listrik (KRL) di perlintasan liar KM 35+400 antara Stasiun Citayam-Depok sekitar pukul 10.34 WIB. (Istimewa)

 

 

JawaPos.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menargetkan untuk menutup 40 perlintasan liar sepanjang 2026 guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.

"Kita ditugaskan untuk menyelesaikan sekitar 40 perlintasan liar, di mana lebarnya kurang dari dua meter dan tidak ada penjaga. Kita akan tutup untuk keselamatan operasional kereta api," kata Deputi 2 Daop 1 Jakarta PT KAI, Deddy Hendrady kepada wartawan di Jakarta, Kamis (14/5).

Ia menyebutkan terdapat lima perlintasan swadaya di kawasan antara Cawang hingga Tebet yang telah dikoordinasikan untuk ditutup bersama unsur wilayah setempat.

Namun, untuk tahun ini PT KAI baru menjalankan penutupan pada satu titik di kawasan Tebet-Cawang lantaran pelaksanaannya masih menunggu dukungan pemerintah daerah.

"Kalau tahun ini hanya satu aja. Kalau program KAI memang ada lima, tapi nanti nggak tahu kita dibantu dari pemda apakah ditutup semua atau nggak," ujarnya.

Seluruh perlintasan liar pada dasarnya memiliki tingkat bahaya yang sama. Adapun keterbatasan lahan dan biaya menjadi kendala dalam pembangunan perlintasan resmi.

"Keterbatasan lahan juga karena biaya juga sih, karena besar buka untuk membuatnya, karena kita harus punya alatnya punya posnya, terus merekrut SDM-nya untuk penjagaan," kata Deddy.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta kini menutup perlintasan sebidang liar di jalur antara Stasiun Tebet dan Stasiun Cawang demi meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan warga sekitar.

Terkait perpindahan lokasi penutupan perlintasan tersebut merupakan keputusan tersebut merupakan hasil musyawarah bersama warga.

Baca Juga: Long Weekend 14–17 Mei 2026, KAI Operasikan 270 Perjalanan LRT Jabodebek per Hari

Baca Juga: Selama April 2026, KAI Daop 8 Surabaya Layani Hampir 1 Juta Penumpang

Pertimbangan perpindahan lokasi dilakukan atas permintaan masyarakat karena lintasan di RT 05 lebih banyak digunakan warga dibandingkan lokasi lainnya. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan