JawaPos.com - Maraknya tawuran pelajar dan kekhawatiran masuknya paham radikalisme ke lingkungan sekolah membuat pemerintah mulai bergerak cepat.
Lewat program Garuda Youth Camp 2026, ratusan pelajar SMA dan SMK dari Jabodetabek dikumpulkan dalam kemah kebangsaan di Cibubur untuk dibekali pendidikan karakter, wawasan kebangsaan, hingga bahaya ekstremisme demi mencegah generasi muda terjerumus ke arah negatif.
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar Garuda Youth Camp 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, pada 1–3 Mei 2026, yang diikuti 558 pelajar SMA/SMK dari 29 sekolah di Jabodetabek.
Program yang digagas Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Ditjen Polpum) ini menjadi salah satu upaya pemerintah merespons situasi sosial yang dinilai kian mengkhawatirkan di kalangan pelajar.
Tawuran, penyebaran paham ekstrem, hingga aktivitas yang berpotensi mengganggu stabilitas sosial disebut sebagai latar belakang utama kegiatan tersebut.
Direktur Kewaspadaan Nasional Ditjen Polpum Kemendagri, Aang Witarsa, mengatakan pendekatan yang digunakan dikemas dalam bentuk perkemahan agar lebih mudah diterima pelajar, meski muatannya sarat dengan materi kebangsaan dan kewaspadaan nasional.
"Selain sesi pembelajaran, kegiatan juga diisi dengan aktivitas pembentukan karakter, seperti penanaman pohon, kerja sama tim, caraka malam, api unggun dan deklarasi kebangsaan, serta pentas seni yang dikemas secara interaktif dalam tim yang berbeda asal sekolahnya, latar belakangnya yang sebelumnya tidak saling mengenal sehingga diharapkan membentuk karakter kepekaan sosial satu sama lainnya sebagai bagian dari keluarga" ujarnya, Senin (4/5).
Selama tiga hari, peserta dibekali materi mulai dari wawasan kebangsaan, bahaya radikalisme, ekstremisme, hingga literasi digital.
Libatkan Densus 88
Keterlibatan Densus 88 Antiteror Mabes Polri dan sejumlah lembaga pemerintah daerah menunjukkan pendekatan yang diambil tidak hanya edukatif, tetapi juga bersifat preventif terhadap potensi ancaman keamanan.
Melalui penyelenggaraan Garuda Youth Camp 2026, Pemerintah berharap dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk aktif dalam kegiatan positif, memperkuat semangat persatuan dan kebhinekaan, serta meningkatkan ketahanan sosial di kalangan pelajar sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas nasional.
"Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membangun ruang ekspresi positif bagi pelajar sekaligus mendorong terciptanya generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki komitmen kuat terhadap persatuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045," pungkas Aang.