← Beranda
1.800 Perlintasan Sebidang segera Dirombak Total: KAI Pastikan Standar Keselamatan Jadi Prioritas
Ryandi ZahdomoRabu, 29 April 2026 | 22.34 WIB
Kereta Api Blambangan Ekspres terlibat tabrakan dengan truk gandeng bermuatan tepung di perlintasan sebidang di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (6/3). (X/@sahabat_kereta)

 

 

JawaPos.com-PT Kereta Api Indonesia (KAI) kini mengambil langkah tegas untuk menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang. Bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Daerah, operator kereta api nasional ini memperketat pengawasan terhadap akses ilegal yang membahayakan nyawa.

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menegaskan, keselamatan perjalanan kereta api adalah prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar. Untuk itu, pihaknya akan melakukan peningkatan fasilitas keamanan bagi perlintasan sebidang yang telah ada.

Saat ini, 1.800 perlintasan sebidang telah diidentifikasi untuk segera ditingkatkan standar keselamatannya. Penambahan fasilitas tersebut berupa palang otomatis maupun pembangunan flyover di beberapa titik.

"Kami sudah mendapatkan arahan kemarin, berdua dengan Pak Menteri dari Presiden langsung bahwa dari 1.800 perlintasan yang kita identifikasi jenisnya seperti ini, itu akan kami lakukan peningkatan atau pemenuhan syarat-syarat dari keselamatan. Baik itu dalam memasang flyover atau memasang palang pintu yang bersistem, yang ada sistemnya," ujarnya, Rabu (29/4).

Bobby mengatakan, perlintasan liar yang sering kali dibuat masyarakat tanpa mempertimbangkan standar keamanan cukup membahayakan. Padahal, perlintasan resmi dilengkapi dengan sensor canggih, bukan sekadar palang pintu manual.

Selain menghambat operasional, perlintasan liar juga sangat berbahaya bagi masinis. "Ketika membuat perlintasan liar ini, maka satu, menghalangi visibility dari masinis kami. Yang kedua seperti yang kita ketahui ya, perlintasan yang resmi dan yang dipasang peralatan, itu tidak hanya simpel hanya pakai portal. Itu ada alat sensor di dalamnya," ujarnya di stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4).

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka kembali lintasan sebidang yang telah ditutup oleh KAI. Disisi lain, pengguna jalan juga diminta mentaati rambu dan tidak menerobos palang pintu kereta otomatis. "Yang kami sudah tutup karena tidak memenuhi syarat-syarat keselamatan, mohon jangan dibuka lagi. Mohon jangan dibuka lagi," katanya.

 

Update Korban Tragedi Kereta Bekasi Timur

Sebelumnya diberitakan, insiden kecelakaan kereta terjadi antara KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4). Tragedi ini bermula oleh kendala teknis pada sebuah taksi online di perlintasan sebidang Jalan Ampera, Bekasi Timur.

Kondisi tersebut menghambat laju KRL, yang kemudian menyebabkan rangkaian KRL berhenti. Nahas, KRL tersebut dihantam dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek. Hingga Rabu (29/4) pukul 11.00 WIB, data korban menunjukkan kondisi yang masih memprihatinkan. Saat ini, sebanyak 46 orang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sementara 44 penumpang lainnya sudah diperbolehkan pulang.

Baca Juga: Prabowo Sebut Ada 1.800 Perlintasan Sebidang di Pulau Jawa Perlu Dibenah: Dari Zaman Belanda, Kita Selesaikan!  

Duka mendalam menyelimuti insiden ini dengan bertambahnya jumlah korban meninggal dunia. "Korban meninggal dunia bertambah satu orang, sehingga total menjadi 16 orang. Kami berharap tidak ada lagi penambahan korban," ujar Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, Rabu (29/4). (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan