← Beranda
Layanan KRL Bekasi Timur-Cikarang kembali Normal, Menhub Dudy dan Dirut KAI jadi Penumpang Pertama
Ryandi ZahdomoRabu, 29 April 2026 | 21.52 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi bersama Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menjadi penumpang pertama, memantau langsung proses uji coba operasional KRL, Rabu (29/4). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kabar gembira bagi pengguna moda transportasi KRL Commuter Line. Setelah sempat terhenti akibat insiden kecelakaan, rute Stasiun Bekasi Timur menuju Stasiun Cikarang kini telah kembali beroperasi normal.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi bersama Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menjadi penumpang pertama, memantau langsung proses uji coba operasional KRL, Rabu (29/4). Keduanya menaiki langsung KRL dari Stasiun Bekasi Timur menuju Cikarang guna memastikan layanan transportasi massal ini kembali berjalan lancar.

Sebelumnya, operasional KRL di jalur ini dihentikan sementara menyusul kecelakaan tragis yang melibatkan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek pada Senin (27/4) malam. Kini, masyarakat sudah bisa kembali menggunakan rute tersebut untuk mobilitas sehari-hari.

Menhub Dudy memastikan bahwa layanan telah kembali dibuka bagi publik.

"(KRL) Dari Stasiun Bekasi Timur, kita sudah buka, jadi sudah bisa melayani sampai Cikarang," ujarnya di lokasi, Rabu (29/4).

Fokus Evaluasi dan Keamanan

Insiden di Stasiun Bekasi Timur menjadi catatan penting bagi seluruh pihak. Menhub berharap peristiwa ini menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Ia juga mengajak PT KAI serta masyarakat untuk membangun sinergi demi menjaga keamanan dan kelancaran operasional transportasi massal.

"Mudah-mulahan dengan apa yang terjadi kemarin jadi pelajaran dan saya harapkan dari KAI dan masyarakat, mari kita sama-sama selesaikan," tambahnya.

Update Korban Tragedi Kereta Bekasi Timur

Tragedi ini dipicu oleh kendala teknis pada sebuah taksi online di perlintasan sebidang Jalan Ampera, Bekasi Timur. Kondisi tersebut menghambat laju KRL, yang kemudian menyebabkan rangkaian KRL berhenti mendadak dan dihantam dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek.

Hingga Rabu (29/4) pukul 11.00 WIB, data korban menunjukkan kondisi yang masih memprihatinkan. Saat ini, sebanyak 46 orang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sementara 44 penumpang lainnya sudah diperbolehkan pulang.

Duka mendalam menyelimuti insiden ini dengan bertambahnya jumlah korban meninggal dunia.

"Korban meninggal dunia bertambah satu orang, sehingga total menjadi 16 orang. Kami berharap tidak ada lagi penambahan korban," ujar Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, Rabu (29/4).

EDITOR: Estu Suryowati