← Beranda
Sosok Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi yang Jadi Sorotan Belakangan Ini
Syahrul YunizarRabu, 22 April 2026 | 14.09 WIB
Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Letjen TNI Djon Afriandi adalah salah satu perwira tinggi (pati) TNI AD yang sudah berdinas lebih dari 30 tahun di institusi militer Indonesia. Saat ini, dia mengemban amanat sebagai panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Abituren Akademi Militer (Akmil) 1995 itu merupakan salah satu jenderal Angkatan Darat berkarir cemerlang.

Sejak lulus dari Akmil, Djon langsung bergabung dengan Kopassus. Pasukan Khusus TNI AD yang memiliki nama besar itu menjadi jalan bagi pria kelahiran 1972 itu untuk meniti karir dan mengabdikan diri. Berbekal gelar lulusan terbaik atau peraih adhi makayasa, sepanjang karirnya Djon lebih banyak menghabiskan tugas di Kopassus.

Mulai menjadi Komandan Peleton 3/2 Batalyon 13 Grup 1 Kopassus pada 1997 sampai menjadi panglima Kopassus. Sejak berpangkat letnan dua sampai menyandang pangkat mayor, Djon bertugas di Kopassus. Dia pernah menjadi komandan kompi, wakil komandan batalyon, hingga menjadi komandan batalyon pada 2010 silam. Persisnya di Grup 1/Kopassus.

Baca Juga: Hidup Menjadi Sangat Baik untuk 4 Tanda Zodiak di Paruh Kedua Tahun 2026, Karir Bersina dan Uang Melimpah Ruah

Karir cemerlangnya berlanjut di Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Pada 2011, danden 1 Grup A Paspampres, kemudian menjadi wakil komandan Grup A Paspampres pada 2013, dan kembali ke Kopassus sebagai Asops Danjen Kopassus pada 2014. Tidak lama setelah itu, Djon naik pangkat menjadi kolonel pada 2016. Dia mendapat kepercayaan sebagai komandan Grup 1/Kopassus.

Setelah itu, Djon menjadi Koorspri KSAD pada 2017-2020 dan mendapat kepercayaan sebagai Komandan Korem 012/Teuku Umar pada 2020-2022, Danmentar Akmil pada 2022-2023, serta Staf Khusus KSAD pada 2023-2024. Djon merupakan perwira tinggi Angkatan Darat yang sudah makan asam garam berdinas di pasukan khusus.

Dalam upacara HUT ke-79 TNI pada 2024 lalu, Djon ditunjuk sebagai komandan upacara yang memimpin tidak kurang dari 100 ribu prajurit dari TNI AD, TNI AL, dan TNI AU. Selain menghadirkan 100 ribu prajurit di Lapangan Silang Monas, lebih dari seribu alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI dihadirkan di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat.

Baca Juga: Veteran AS Ditangkap saat Protes Perang Iran, Tekanan ke Trump Meningkat

Bantah

Belakangan ini ramai di media sosial kabar yang menyebut terjadi perseteruan antara Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Letjen TNI Djon Afriandi dengan pihak protokoler Istana. Kabar itu dipastikan hoax atau tidak benar.

Melalui akun media sosial resminya, Kopassus telah membuat 2 unggahan yang menyatakan bahwa kabar tersebut tidak benar. Kedua unggahan tersebut berisi tangkapan layar berisi konten akun medsos retailman69 yang menceritakan perseteruan itu.

 

”Waspada, sedang beredar kabar bohong yang menyeret nama petinggi TNI dan lingkungan Istana. Narasi ini mengklaim adanya keributan antara Pangkopassus dengan pihak protokoler. Ini hanyalah karangan yang tidak memiliki bukti valid,” bunyi unggahan akun medsos resmi Kopassus pada Selasa (21/4).

Dalam unggahan yang sama, akun media sosial resmi Kopassus meminta publik dan masyarakat tidak langsung percaya terhadap kabar yang beredar luas tanpa sumber resmi dan terpercaya. Mereka menduga, informasi itu sengaja disebarkan untuk memicu kegaduhan dan memecah soliditas antar instansi.

Baca Juga: 3 Zodiak Menarik Kesuksesan Finansial Besar Mulai 22 April 2026, Rezekinya Meroket Bak Meteor!

Saat dikonfirmasi oleh awak media, Kepala Penerangan (Kapen) Kopassus Letkol Infanteri Yanuar menyatakan bahwa informasi yang beredar luas di media sosial adalah hoax atau fake news. Kabar yang disebarkan oleh akun retailman69 sama sekali tidak benar.

 

EDITOR: Bintang Pradewo