JawaPos.com - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), akhirnya memberikan klarifikasi terkait kegaduhan yang muncul dari potongan video ceramahnya di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Ramadan lalu.
JK meminta maaf kepada publik atas keterlambatan penjelasannya terkait isu yang viral tersebut. Ia mengaku baru bisa memberikan keterangan setelah tiba di Jakarta dari kunjungan kerja di luar negeri.
"Pertama, saya minta maaf karena baru hari ini dapat menjelaskan masalah-masalah yang viral, karena saya subuh tadi baru pulang dari Jepang," ujar JK dikutip dari Antara, Sabtu (18/4).
Konteks Ceramah di Lingkungan Akademis
JK menegaskan pentingnya memahami konteks saat ceramah tersebut disampaikan. Menurutnya, audiens yang hadir saat itu adalah kalangan intelektual di lingkungan universitas.
"Saya ingin menjawab, menjelaskan tentang ceramah saya, ceramah Ramadhan. Ceramah Ramadhan itu artinya yang hadir hanya orang muslim, ya, di masjid lagi. Kemudian di kampus, berarti orang yang hadir adalah intelektual. Itu dulu yang perlu dipahami tentang keadaan itu," tambahnya.
Meluruskan Isu Konflik Maluku dan Poso
Dalam klarifikasinya, JK menayangkan kembali cuplikan video mengenai konflik Maluku dan Poso. Hal ini dilakukan karena dua peristiwa tersebut menjadi salah satu poin yang sempat viral di tengah masyarakat.
Ia ingin audiens memahami latar belakang sejarah yang terjadi sekitar 26 tahun lalu tersebut. "Karena ini menyangkut Maluku dan Poso, sebelum saya ingin menjelaskan, saya ingin perlihatkan dulu sekilas, karena anda masih muda, mungkin sebagian belum lahir, karena itu terjadi sekitar 26 tahun yang lalu," kata JK.
Ia juga menekankan bahwa video yang sempat viral hanyalah cuplikan singkat. "Saya putarkan video dulu. Video ini hanya pembukaan konflik itu, belum intinya karena yang bisa diambil oleh jurnalis pada waktu itu hanya di kota," jelasnya.
Bantahan Terkait Penistaan Agama
JK menegaskan bahwa inti dari ceramahnya di Masjid UGM pada 5 Maret 2026 tersebut bukanlah untuk menista agama, melainkan membahas strategi diplomasi dan perdamaian.
"Saya diundang, datang, karena temanya adalah perdamaian. Jadi, khususnya temanya tentang langkah-langkah perdamaian, kurang lebih begitu," tegasnya.
Sebagai informasi, ceramah yang bertajuk Strategi Diplomasi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar ini sempat menuai polemik. Akibatnya, JK dilaporkan oleh DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) ke Polda Metro Jaya pada 12 April 2026, khususnya terkait pernyataan mengenai mati syahid.