JawaPos.com - Tim SAR Gabungan telah mengevakuasi 8 jenazah korban meninggal dunia dalam kecelakaan Helikopter Airbus H130 di Kalimantan Barat (Kalbar). Di antara 8 korban tersebut, salah satunya teridentifikasi sebagai warga negara Malaysia bernama Patrick K.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Lukman F. Laisa menyampaikan bahwa para korban terdiri atas 2 orang kru bernama Kapten Marindra Wibowo sebagai pilot dan engineer bernama Harun Arasyid.
Selain itu, ada 6 penumpang on board pada helikopter tersebut saat kecelakaan terjadi kemarin pagi (16/4). Yanki Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito. Berdasar informasi yang diperoleh dari Tim SAR Gabungan, jenazah para korban sudah berhasil dievakuasi.
”Tim SAR Gabungan telah berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat dan berdasarkan informasi di lapangan, seluruh penumpang dan awak pesawat dinyatakan meninggal dunia,” kata Lukman dalam keterangan resmi pada Jumat (17/4).
Berdasar data, Kemenhub mengungkapkan bahwa helikopter tersebut dioperasikan oleh PT. Matthew Air Nusantara. Saat kecelakaan terjadi, helikopter tersebut tengah terbang dari Helipad PT. Cipta Mahkota (CMA) menuju Helipad PT. Graha Agro Nusantara 1 (GAN1) di wilayah Kabupaten Sanggau, Kalbar.
”Berdasarkan informasi yang diterima, pesawat tersebut lepas landas pada pukul 07.37 WIB untuk kemudian pada pukul 08.39 WIB terdeteksi mengirimkan sinyal darurat di wilayah hutan Kalimantan Barat. Selanjutnya, pukul 09.15 WIB pesawat dinyatakan hilang kontak dan pada pukul 10.43 WIB AirNav Indonesia telah menerbitkan notifikasi darurat (DETRESFA) sesuai prosedur yang berlaku,” bebernya.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Kantor SAR Kelas A Pontianak I Made Junetra menyampaikan bahwa operasi SAR berlangsung sejak kemarin. Tim SAR Gabungan bergerak sangat hati-hati.
Mengingat lokasi jatuhnya helikopter tersebut berada di medan yang tidak mudah dijangkau. Berdasar data, helikopter itu jatuh di wilayah Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar).
”Proses evakuasi dimulai dengan pengangkatan korban dari puing-puing helikopter yang berhasil diselesaikan pada pukul 22.00 WIB (tadi malam). Selanjutnya, tim melaksanakan penurunan korban dari lokasi puncak bukit menuju Posko Lapangan SAR Gabungan,” terang dia.
Langkah tersebut baru selesai dilaksanakan sekitar pukul 05.00 WIB hari ini. Setelah itu, seluruh korban dipindahkan ke dalam ambulans pada pukul 05.52 WIB.
Total ada 8 unit ambulans yang dikerahkan untuk mendukung proses evakuasi lanjutan. Sebelum dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, jenazah korban dibawa ke Yonif 642/Kapuas Sanggau pada pukul 06.05 WIB.
”Estimasi waktu tempuh perjalanan darat sekitar 3 jam 30 menit, dengan perkiraan tiba pukul 08.30 WIB,” jelas Junetra.
Untuk mendukung proses evakuasi, TNI AU juga menyiapkan 1 unit Helikopter Super Puma. Helikopter itu bergerak dari Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Supadio ke Lapangan Yonif 642/Kapuas Sanggau.
Penerbangan dari dan menuju 2 lokasi tersebut membutuhkan waktu lebih kurang 45 menit dengan rute penerbangan sejauh 81 nautical mile.
”Seluruh rangkaian operasi evakuasi berjalan dengan lancar berkat sinergi dan koordinasi yang baik antara seluruh unsur Tim SAR Gabungan yang terlibat di lapangan,” imbuhnya.