JawaPos.com - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya merespons kabar soal isu perombakan kabinet atau reshuffle yang akan dilakukan Presiden Prabowo Subianto.
Teddy meminta publik untuk menunggu keputusan Presiden Prabowo soal kepastian perombakan kabinet.
"Tunggu saja," kata Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4).
Teddy menyatakan, Presiden Prabowo akan menyampaikan secara langsung soal kepastian reshuffle kabinet.
Baca Juga: Ramai Ajakan Gulingkan Pemerintahan Prabowo, Pengamat Yakin Publik Tidak Setuju
Namun, ia tidak memberikan kepastian apakah reshuffle akan dilakukan pada bulan ini. "Nanti bapak presiden yang menceritakan. Oke," tegasnya.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, sebelumnya menyatakan bahwa wacana reshuffle merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo.
Menurut dia, Presiden yang paling memahami kebutuhan kabinet dalam menghadapi situasi global saat ini.
"Kalau yang namanya reshuffle kabinet itu kan kewenangan mutlak atau apa namanya, hak prerogatif, privilege-nya Pak Presiden, Pak Prabowo, gitu lho," ucap Doli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/4).
Doli menilai, sejauh ini kebijakan pemerintah masih menunjukkan kondisi yang relatif aman.
Baca Juga: Golkar Kecam Narasi Provokatif soal Seruan Gulingkan Prabowo
Ia mencontohkan, harga bahan bakar minyak (BBM) dan stok energi masih terkendali, serta situasi pangan yang dinilai stabil.
“Tapi sejauh ini saya kira kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah Indonesia masih terlihat aman. Misalnya, di negara-negara lain harga BBM sudah naik, sementara kita tidak. Kemudian stok BBM kita sampai hari ini, menurut pemerintah, masih aman. Begitu juga dengan situasi pangan kita yang masih stabil,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah telah melakukan berbagai langkah antisipatif untuk merespons ketidakpastian global.
Meski demikian, ia mengingatkan agar kebijakan yang diambil tidak sampai membebani masyarakat, terutama jika konflik internasional berlangsung dalam jangka waktu lama.
“Walaupun kita juga khawatir jika situasi ini terus berlangsung lama dan berlarut-larut, tentu akan ada dampaknya. Kalau saat ini kita belum menaikkan harga, itu karena kita tidak ingin. Menurut saya, jangan sampai kebijakan apa pun yang diambil dalam menghadapi situasi ini justru membebani masyarakat," pungkasnya.
Baca Juga: DPW Laskar Gibran Jawa Tengah Terbentuk, Kawal Prabowo-Gibran 2 Periode